Herliana (A1C21736) riview kimia dasar pertemuan 2
REVIEW KIMIA DASAR
Pertemuan 2
NAMA : HERLIANA
NIM : A1C217036
DOSEN PENGAMPU : Dr.YUSNELTI,M.Si.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2017
Pendahuluan
Latar
belakang
Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari komposisi,
sifat dan perubahan materi. Ilmu Kimia merupakan salah satu ilmu pengetahuan
yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Ilmu kimia juga terkait dengan
berbagai disiplin ilmu lainnya seperti fisika, farmasi,kedokteran dan berbagai
ilmu lainnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga tak luput dari
peranan kimia di dalamnya. Sebaliknya, teknologi sangat berpengaruh dalam
perkembangan ilmu kimia.
Hal yang tidak kalah penting dalam mempelajari ilmu
kimia adalah mengetahui sejarah perkembangan ilmu kimia. Dengan mengetahui
sejarah perkembangan ilmu kimia hingga sekarang ini, kita dapat memahami setiap
peristiwa yang menuntun pada perkembangan ilmu kimia. Dengan demikian, kita
mampu menyadari bahwa ilmu kimia yang kita pelajari sekarang merupakan buah
dari upaya selama ribuan tahun.
Namun, di zaman ini, era global yang menyeret semua
individu ke arus pergerakannya, tampaknya pengetahuan dan pemahaman masyarakat
tentang sejarah perkembangan kimia, khususnya yang berkecimpung dalam ilmu
kimia dan terutama para pelajar, mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Sebagian besar masyarakat tidak lagi mempunyai pemahaman mendalam tentang
perkembangan ilmu kimia. Para pelajar pun hanya memahami kulit luar dari
perkembangan ilmu kimia, tanpa pernah memahami sungguh-sungguh setiap proses
yang berlangsung dalam sejarah perkembangan kimia. Hal ini tentu saja sangat
memprihatinkan, mengingat sejarah perkembangan ilmu kimia merupakan hal yang
penting untuk dipelajari.
Mengamati keadaan yang sangat disayangkan ini, penulis merasa tertarik untuk
mengulas tentang perkembangan ilmu kimia yang sangat penting ini. Oleh karena
itu, pada kesempatan ini, penulis menyusun suatu karya ilmiah dengan judul “PERKEMBANGAN
ILMU KIMIA”.
Tujuan
1. Dapat
mengetahui definisi dan pengertian dari ilmu kimia serta manfaat nya dalam kehidupan
sehari-hari
2. Dapat
mengetahui tahapan dalam metode ilmiah
3. Dapat
mengetahui sistem internasional dari satuan-satuan unit
4. Dapat
mengetahui tentang pengukuran dan angka bermakna
5. Dapat
mengetahui zat-zat dan sifat-sifatnya
6. Dapat
mengetahui pengertian dari unsur, senyawa , campuran
7. Dapat
mengetahu simbol, rumus , dan persamaan reaksi
pembahasan
Ilmu
Kimia
Kimia adalah ilmu pengetahuan
yang mempelajari komposisi dan sifat materi. Materi adalah segala sesuatu yang
menempati ruang dan mempunyai massa. Massa adalah ukuran jumlah materi yang
terdapat dalam suatu sampel. Kimia mempunyai posisi penting dalam ilmu
pengetahuan karena segala sesuatu pasti tersusun atas bahan kimia
Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan
interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut
pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi
umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya
ditentukan oleh gaya antara atom.
Kimia sering
disebut sebagai “ilmu pusat” karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti
fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika
dan geologi. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan
konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik
melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom
dan molekul.
Ilmu kimia
membahas semua materi tentang :
1. susunan nya dan struktur nya
2. sifat
3. perubahannya
4. energi yang menyertai perubahan nya
Misalkan kita membahas “air”. Maka secara
sederhana yang dipelajari oleh ilmu kimia tentang air adalah mengenai :
1. Bagaimana atom-atom hidrogen dan oksigen tersusun dalam sebuah molekul air
dengan membentuk struktur molekul.
2. Bagaimana sifat- sifat air dihubungkan dengan susunan dan struktur tadi.
3. Perubahan apa yang terjadi pada air
(erat kaitannya dengan reaksi kimia)
Ilmu
kimia adalah ilmu pengetahuan bagi abad ke 21 , dalam berbagai bidang antara
lain :
Ø Kesehatan dan
Pengobatan
• Sistem sanitasi
• Operasi dengan anestesi
• Vaksin dan antibiotik
Ø Energi dan
Lingkungan
• Energi Fosil
• Energi Surya
• Energi nuklir
Ø Teknologi dan
Material
• Polimer, keramik, kristal cair
• Superkonduktor pada suhu kamar
• Komputasi molekular
Ø Makanan dan
Pertanian
• Modifikasi tanaman secara
genetis
• Pestisida “alami”.
• Pupuk khusus
Manfaat ilmu kimia dalam kehidupan
sehari-hari sangat banyak sekali karena berhubungan pada indera manusia seperti
penglihatan, pendengaran, perasaan, dan penciuman. Dengan itu, tanpa ilmu kimia
maka ilmu fisika, ilmu teknik sipil, dan lain sebagainya, tidak bisa kita
terapkan dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Ilmu kimia dapat meolong
manusia dalam melakukan aktivitas berupa pekerjaan apapun termasuk kelistrikan,
pembangunan rumah, dan lain sebagainya.
Bahan kimia
sangat ditakuti oleh orang-orang yang tidak mengerti ilmu kimia. Pada hal,
semua benda yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dan disekeliling kita bahkan
tubuh manusia pun meliputi bahan kimia. Contoh bahan kimia dalam kehidupan
sehari-hari berupa buku, udara, rumah, makanan dan minuman, batuan, besi, emas,
gula, garam, sabun, pasta gigi, dan masih banyak lagi. Bahan kimia yang ada
disekitar kita banyak berasal dari alam dan makhluk hidup. Bahan kimia dapat
digunakan untuk keperluan seperti membangun rumah, membuat pakaian, makanan dan
minuman, dan lain sebagainya.
Metode ilmiah
Ilmu
kimia terus berkembang sejalan penemuan-penemuan baru dari peneliti
Peneliti
menggunakan pendekatan umum dalam mempelajari fenomena alam yang disebut Metoda
Ilmiah (scientific method)
metode
ilmiah adalah suatu urutan langkah-langkah ilmiah dalam penyusunan suatu teori.
Teori tersebut harus dapat dibuktikan kebenarannya berdasarkan pengamatan.
Apabila teori tersebut tidak sesuai dengan fakta empiris, maka harus diadakan
eksperimen ulang dan disusun teori baru yang dapat bermanfaat bagi umat
manusia. Nah, langkah-langkah yang biasanya terdapat dalam suatu metode ilmiah
adalah:
- menemukan masalah
- membuat hipotesis
- melakukan eksperimen
- melakukan analisis hasil eksperimen
- menarik kesimpulan
- menyusun teori sesuai dengan fakta
Studi
ilmiah secara umum:
• Dimulai dengan pertanyaan
tentang alam
• Melibatkan perbandingan hasil
kerja orang lain
• Memerlukan observasi hasil
percobaan
• Seringkali menghasilkan
kesimpulan , pernyataan berdasarkan pengamatan berulang
Percobaan
menghasilkan fakta-fakta empiris
• Fakta-fakta disebut
data
• Generalisasi yang
didasarkan atas hasil berbagai hasil percobaan disebut Hukum ilmiah
• Hukum
ilmiah sering diwujudkan dalam persamaan matematika
• Hukum merangkum
hasil-hasil percobaan
Metode ilmiah bersifat
dinamis : pengamatan menghasilkan hukum
, yang menimbulkan percobaan baru ,yang mungkin merubah hipotesis ,yang mungkin
menghasilkan teori.
Sistem internasional dari satuan-satuan
unit
Satuan dasar
SI adalah
tujuh satuan ukur yang ditetapkan oleh Système International d’Unités (SI),
sebagai himpunan dasar untuk menurunkan seluruh satuan lain SI, yaitu Satuan turunan SI.
7 satuan
dasar/pokok SI adalah sebagai berikut :
|
No
|
Besaran dasar
|
Nama unit
|
Lambang unit
|
Simbol besaran
|
|
1
|
m
|
l
|
||
|
2
|
kg
|
m
|
||
|
3
|
s
|
t
|
||
|
4
|
K
|
T
|
||
|
5
|
A
|
i
|
||
|
6
|
cd
|
j
|
||
|
7
|
Mol
|
N
|
Pengukuran dan angka bermakna
A.
pengukuran
Seperti
halnya dalam fisika pengertian pengukuran dalam kimia adalah pengukuran sifat
kimia yang dapat teramati oleh fisik maupun tidak. Pengukuran dalam kimia tidak
harus berupa data kuantitatif saja namun dapat berupa data kualitatif. Misalnya
menentukan asam, basa atau garam suatu zat menggunakan kertas lakmus. Dalam
kimia pengukuran sangat penting karena kesalahan dalam pengukuran dapat
mengakibatkan reaksi yang berbeda. Sehingga kesalahan pengukuran harus
diminimalisir karena pengaruhnya sangat besar.
Metode pengukuran adalah cara yang digunakan untuk
memperoleh data kuantitatif dari suatu variable. Metode dapat berupa penggunaan
alat ukur untuk mengetahui besaran kuantitatif maupun dengan cara menggunakan
suatu model pengukuran. Dalam suatu pengukuran dapat digunakan lebih dari satu
metode untuk mengurangi nilai ketidak pastian hasil pengukuran. Untuk itu
metode yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan dan variable yang akan
diukur agar hasil yang didapatkan akurat. Berikut adalah contoh metode
pengukuran menggunakan suatu instrument/ alat pengukuran:
ü Pengukuran Panjang
Ada tiga alat ukur panjang yang umum digunakan,
mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
ü Pengukuran massa dan waktu
Massa diukur dengan neraca. Neraca yang biasa dipakai
di laboratorium adalah waktu secara prinsip dapat diukur oleh kejadian yang
berulang secara teratur, misalnya detak jantung, getaran pegas, rotasi bumi,
dan revolusi bumi. Selang waktu singkat seperti catatan waktu lomba lari dengan
stopwatch. Stopwatch analog memiliki ketelitian 0,1 sekon dan stopwatch digital
memiliki ketelitian 0,01 sekon.
ü Pengukuran luas dan volume
Pengukuran luas termasuk pengukuran tidak langsung.
Luas benda dapat diukur dengan menggunakan rumus.
B. ANGKA PENTING
Angka penting adalah angka yang didapat dari hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan angka taksiran.
Nilai setiap hasil pengukuran merupakan angka penting.
Angka penting terdiri dari dua bagian:
- Pertama angka pasti yaitu angka yang ditunjukkan pada skala alat ukur dengan nilai yang ada.
- Kedua angka taksiran yaitu angka hasil pengukuran yang diperoleh dengan memperkirakan nilainya.
Nilai ini muncul karena yang terukur terletak diantara skala terkecil alat ukur. Dalam setiap pengukuran hanya diperbolehkan memberikan satu angka taksiran.
Aturan-aturan
angka penting
· Semua angka bukan nol adalah angka
penting.
· Angka nol yang terletak di antara
dua angka bukan nol termasuk angka penting.
· Semua angka nol yang terletak pada
deretan akhir dari angka angka yang ditulis di belakang koma desimal termasuk
angka penting.
· Angka-angka nol yang digunakan hanya
untuk tempat titik desimal adalah bukan angka penting.
· Bilangan-bilangan puluhan, ratusan,
ribuan, dan seterusnya yang memiliki angka-angka nol pada deretan akhir harus
dituliskan dalam notasi ilmiah agar jelas apakah angka-angka nol tersebut
adalah angka penting atau bukan.
CONTOH : Sekelompok siswa yang melakukan pengukuran massa benda menggunakan alat ukur. Dalam pengukuran itu terlihat penunjukkan skala. seorang menuliskan hasil 8,85 gr sedangkan seorang yang lain menuliskan hasil 8,9 gr. Manakah hasil yang benar? Penyelesaian: perhatikan : Angka pasti = 8 gr Angka taksiran = 0,9 gr (hanya boleh satu angka taksiran, tidak boleh 0,85 karena 2 angka taksiran) Hasil pengukuran adalah m = angka pasti + angka taksiran = 8 + 0,8 = 8,8 gr.
Zat/bahan dan sifat-sifat nya
Sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya
dalam kehidupan sehari-hari, pada prinsipnya terdapat tiga zat yaitu : zat
padat, zat cair, dan zat gas. Masing-masing wujud zat ini, mempunyai ciri-ciri
khusus baik dilihat dari bentuk fisiknya maupun partikel-partikel penyusunnya
seperti pada table berikut :
|
SIFAT
|
ZAT PADAT
|
ZAT CAIR
|
ZAT GAS
|
|
Bentuk
|
Tetap
|
Mengikuti
wadahnya
|
Mengikuti
bentuk wadahnya
|
|
Volume
|
Tetap
|
Tetap
|
Tergantung
pada tempatnya
|
|
Kompresibilitas (pemampatan)
|
Tidak
dapat dimampatkan
|
Sulit
untuk dimampatkan
|
Mudah
dimampatkan
|
|
Massa jenis
|
Umumnya
mempunyai massa jenis besar
|
Mempunyai
massa jenis besar
|
Mempunyai
massa jenis yang sangat kecil
|
|
Kemudahan mengalir
|
Tidak
mengalir
|
Dapat
mengalir
|
Dapat
mengalir
|
ü Zat padat
Partikel-partikel
zat padat memiliki sifat sebagai berikut :
1. Partikel-partikel yang menempati
posisi yang tetap, jika artikel zat padat menempati posisi yang teratur maka
disebut Kristal, dan jika partikel zat padat menempati posisi yang tidak
teratur maka disebut amorf.
2. Gaya tarik-menarik antar partikel
sangat kuat.
3. Gerakan partikel hanya berupa
getaran disekitar posisi tetapnya. Posisi partikel yang relative tetap
menyebabkan zat padat memiliki bentuk dan volume tetap. Gerakan partikel yang
hanya bergetar menyebabkan zat padat tidak dapat mengalir.
Contoh zat
padat diantaranya adalah batu, kayu, gelas, dan sebagainya.
ü Zat cair
Partikel-partikel
zat cair memiliki sifat sebagai berikut :
1. Jarak antar partikel tetap dan agak
berjauhan.
2. Gaya tarik-menarik antar partikel
lemah dibandingkan zat padat.
3. Gerakan partikel lebih lincah dari
pada zat padat dan partikel dapat berpindah tempat. Jarak antar partikel yang
tetap menyebabkan zat cair mempunyai volume yang tetap gerakan partikel yang
lincah dan dapat berpindah posisi menyebabkan zat cair dapat mengalir yang
menyebabkan bentuk zat cair selalu mengitkuti bentuk wadahnya.
Contoh zat
cair diantaranya adalah air, air raksa, dan lain-lain.
ü Zat gas
Partikel-partikel
zat padat memiliki sifat sebagai berikut :
1. Memiliki jarak partikel yang
berubah-ubah.
2. Hampir tidak ada gaya tarik-menarik.
3. Gerakan partikel sangat bebas
dibandingkan zat padat dan cair.
Contoh zat
gas diantaranya adalah oksigen, helium, hydrogen, uap air, dan lain-lain.
Penggolongan Zat
ü Unsur
Unsur adalah
suatu zat yang sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih
kecil.
Contoh unsur
:
Unsur Emas / Au (Aurum)
Unsur Nitrogen / N
Unsur Platina / Pt
Unsur Karbon / Carbon / C
Setiap dalam
suatu unsur pasti akan diberi lambang sesuai dengan aturan penulisan dalam internasional.
Berikut ini adalah aturan penulisan dalam suatu unsur.
1. Untuk lambang unsur yang hanya
terdiri atas satu huruf, penulisannya itu menggunakan huruf kapital. Contoh
seperti :
Karbon dinotasikan C.
Unsur Hidrogen dinotasikan H.
Unsur Oksigen dinotasikan 0.
2. Untuk lambang unsur yang terdiri dari dua huruf,
penulisan huruf pertama menggunakan huruf kapital dan huruf kedua dengan
mengunakan huruf kecil. Contohnya seperti :
Unsur
Natrium dinotasikan Na.
Unsur Kalsium dinotasikan Ca.
Secara umum unsur terbagi menjadi dua kelompok yaitu :
1. Unsur Logam : umumnya unsur
logam diberi nama akhiran ium. Umumnya logam ini memiliki titik didih tinggi,
mengilap, dapat dibengkokan , dan dapt menghantarkan panas atau arus
listrik.
2. Unsur Non Logam : umumnya
memiliki titik didih rendah, tidak mengkilap, kadang-kadang rapuh tak dapat
dibengkokkan dan sukar menghantarkan panas atau arus listrik.
Berikut ini
tabel lambang unsur logam dan non logam
|
No
|
Unsur Logam
|
Unsur Non Logam
|
|
Nama Unsur Lambang
|
Nama Unsur Lambang
|
|
|
1
|
Aluminium (Al)
|
Argon (Ar)
|
|
2
|
Antimon
(Sb)
|
Arsen (As)
|
|
3
|
Barium
(Ba)
|
Belerang
(S)
|
|
4
|
Besi (Fe)
|
Boron (B)
|
|
5
|
Bismut
(Bi)
|
Bromin
(Br)
|
|
6
|
Emas (Au)
|
Flourin
(F)
|
|
7
|
Kalium (K)
|
Fosforus
(P)
|
|
8
|
Kalsium
(Ca)
|
Helium
(He)
|
|
9
|
Kobalt
(Co)
|
Hidrogen
(Ho)
|
|
10
|
Kromium
(Cr)
|
Lodin (L)
|
|
11
|
Mangan
(Mn)
|
Karbon (C)
|
|
12
|
Magnesium
(Mg)
|
Klorin
(Ci)
|
|
13
|
Natrium
(Na)
|
Neon (Ne)
|
|
14
|
Nikel (Ni)
|
Nitrogen
(N)
|
|
15
|
Perak (Ag)
|
Oksigen
(O)
|
|
16
|
Raksa (Hg)
|
Silikon
(Si)
|
|
17
|
Seng (Zn)
|
Kripto
(Kr)
|
|
18
|
Tembaga
(Cu)
|
Xenon (X)
|
|
19
|
Timah (Sn)
|
Selenium
(Se)
|
|
20
|
Timbal
(Pb)
|
Radon (Rn)
|
ü Senyawa
Senyawa
adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa unsur yang saling kait-mengait. Contoh
Senyawa :
Senyawa Oksigen (O2)
Senyawa Air (H2O)
Senyawa Alkohol (C2 H5 OH)
Senyawa Garam Dapur (NaCl)
Sifat-sifat yang
ada dalam senyawa :
1. Senyawa itu dapat terbentuk apabila
melalui suatu proses dari reaksi kimia.
2. Komponen penyusun yang ada pada
suatu senyawa pasti mempunyai suatu perbandingan tertentu yang sifatnya tentu
saja itu tetap (hukum Proust).
Macam-macam
senyawa:
1. Senyawa yang terdiri dari unsur
logam dan unsur nonlogam
Nama dalam suatu unsur logam menjadi nama depan atau boleh dikatakan dengan duluan dan unsur nonlogam menjadi nama belakang.
Nama dalam suatu unsur logam menjadi nama depan atau boleh dikatakan dengan duluan dan unsur nonlogam menjadi nama belakang.
Contoh:
|
Unsur Logam
|
Unsur Non Logam
|
Rumus Kimia
|
Nama Senyawa
|
|
Magnesium
|
Oksigen
|
MgO
|
Magnesium
Oksigen
|
|
Kalium
|
Bromin
|
KBr
|
Kalium
Bromida
|
2. Senyawa yang hanya terdiri dari
unsur nonlogamnya saja
Senyawa yang terdiri atas dua unsur nonlogam, nama belakangnya pasti akan diberi akhiran/cta.
Senyawa yang terdiri atas dua unsur nonlogam, nama belakangnya pasti akan diberi akhiran/cta.
Apabila ada
pasangan dalam suatu unsur yang bersenyawa lebih dari satu, maka penamaan
senyawa tersebut dibedakan dengan menyebutkan angka indeksnya, yang dinyatakan
dalam bahasa yunani sebagai berikut :
|
Nomor Angka
|
Nomor dalam Bahasa Yunani
|
|
1
|
Mono
|
|
2
|
Di
|
|
3
|
Tri
|
|
4
|
Tetra
|
|
5
|
Penta
|
|
6
|
Heksa
|
|
7
|
Hepta
|
|
8
|
Okta
|
|
9
|
Nona
|
|
10
|
Deka
|
Contoh :
Karbon monoksida (CO)
Karbon dioksida (C02)
3. Senyawa yang terdiri atas unsur
hidrogen dan nonlogam terdapat dua aturan dalam pemberian penamaan untuk senyawa
yang, tersusun atas unsur hidrogen dan nonlogam, yaitu:
Kata hidrogen itu dapat dijadikan
nama depan dan nama unsur nonlogam sebagai nama belakang dengan akhiran kata
Ida.
Contohnya seperti HF = Hidrogen fluoride
Contohnya seperti HF = Hidrogen fluoride
Menggunakan kata asam sebagai nama
depan dan nama unsur nonlogam sebagai nama belakang ditambah akhiran ida
Contohnya seperti HF = Asam fluoride
Contohnya seperti HF = Asam fluoride
Senyawa yang terdiri atas unsur
logam, oksigen, dan unsur hidrogen
apabila dalam suatu unsur oksigen merupakan unsur kedua yang diikuti dengan unsur hidrogen maka penamaan senyawa dapat menggunakan suatu nama unsur logam sebagai nama depan. Kata hidroksida yang merupakan gabungan nama unsur hidrogen dan oksigen, sebagai nama belakangnya.
apabila dalam suatu unsur oksigen merupakan unsur kedua yang diikuti dengan unsur hidrogen maka penamaan senyawa dapat menggunakan suatu nama unsur logam sebagai nama depan. Kata hidroksida yang merupakan gabungan nama unsur hidrogen dan oksigen, sebagai nama belakangnya.
Contoh :
NaOH: Natrium hidroksida KOH: Kalium hidroksida
ü Campuran
Campuran
adalah zat yang tersusun dari beberapa zat yang lain jenis dan tidak tetap
susunannya dari unsur dan senyawa. Contoh Campuran adalah Udara, Tanah, dan
Air.
Berdasarkan
homogenitasnya, campuran itu dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu
sebagai berikut :
1. Campuran homogen.
Campuran
homogen ialah campuran yang tediri diantara dua zat atau lebih yang apabila
partikel-partikel penyusunnya itu tidak bisa lagi dibedakan. Campuran homogen
itu punya suatu bagian-bagian penyusun yang sama. Larutan merupakan campuran
yang ada dalam suatu homogen. Oleh karenanya, campuran homogen itu kerap sekali
disebut juga dengan larutan. Dalam larutan, zat itu dapat terlarut dan itu
disebut dengan solute, sedangkan zat pelarut dinamkan solvent. Berikut ini
adalah sifat dari larutan.
Dalam larutan itu Terdiri atas dua
zat atau lebih yang setiap partikelnya itu penyusunnya menyebar dan
merata di seluruh larutan.
Dalam larutan Ukuran partikel
larutan itu kurang dari 10 nm.
Setiap partikel penyusun larutan
menyebar merata di seluruh larutan.
2. Campuran heterogen
Campuran
heterogen merupakan Campuran antara dua macam zat atau lebih yang
partikel-partikel penyusunnya masih dapat dibedakan satu sama lainnya. Campuran
Heterogen itu dapat dibedakan menjadi 2 yaitu sebagi beikut :
Koloid.
Partikel-partikel
yang ada dalam koloid hanya dapat terlihat dengan menggunakan suatu alat jenis
mikroskop yang dinamakan mikroskop ultra. Ukuran partikel yang terdapat dalam
larutan kira-kira antara 10 sampai dengan 1000 nm. Partikelnya pun menyebar,
tetapi nggak bisa mengendap, serta tidak dapat menghamburkan cahaya. Contohnya
seperti susu, asap, kabut, agar-agar, kuningtelur dll.
Suspensi
Obat batuk
cair merupakan contoh larutan heterogen (www. flickr.com)
Partikel-partikel yang terdapat pada suspensi dapat dilihat hanya dengan mikroskop biasa. Ukuran partikelnya pun lebih besar yaitu kira-kira sampai 1.000 nm. Suspensi nggak bisa ditembus cahaya. Contohnya seperti minyak dengan air, air keruh, dan air kapur.
Partikel-partikel yang terdapat pada suspensi dapat dilihat hanya dengan mikroskop biasa. Ukuran partikelnya pun lebih besar yaitu kira-kira sampai 1.000 nm. Suspensi nggak bisa ditembus cahaya. Contohnya seperti minyak dengan air, air keruh, dan air kapur.
Simbol , rumus,
persamaan reaksi
Persamaan reaksi
didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang
terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia. Dalam reaksi kimia
terdapat zat-zat pereaksi (reaktan) dan zat-zat hasil reaksi (produk).
Di dalam persamaan reaksi, rumus kimia pereaksi dituliskan di ruas kiri dan
rumus kimia hasil reaksi dituliskan di ruas kanan. Antara kedua ruas itu
dihubungkan dengan anak panah (→) yang menyatakan arah reaksi kimia.
Contoh:
Logam magnesium bereaksi
dengan gas klorin membentuk magnesium klorida. Tuliskan persamaan reaksinya.
Persamaan reaksinya
adalah Mg + Cl2 → MgCl2
Suatu persamaan reaksi
kimia dapat ditulis dengan dua cara yaitu persamaan perkataan dan persamaan
simbol. Persamaan perkataan adalah persamaan kimia yang memberi nama
pereaksi-pereaksi dan nama hasil reaksinya, misalnya gas nitrogen bereaksi
dengan gas hidrogen menghasilkan amonia, maka persamaan perkataannya adalah
sebagai berikut.
Sedangkan persamaan
simbol adalah suatu singkatan dalam menguraikan suatu reaksi kimia. Simbol ini
menggunakan rumus kimia dari pereaksi-pereaksi dan hasil reaksi, serta
menggunakan tanda plus (+) dan tanda panah (→). Sebagai contoh, persamaan
perkataan dari reaksi kimia antara nitrogen dan hidrogen di atas, maka kita
dapat menuliskan persamaan simbolnya sebagai berikut.
Kesimpulan
1.
Kimia ilmu pengetahuan yang mempelajari komposisi
dan sifat materi. Materi segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai
massa . Massa adalah ukuran jumlah materi yang terdapat dalam suatu sampel.
Kimia mempunyai posisi penting dalam ilmu pengetahuan karena segala sesuatu
pasti tersusun atas bahan kimia.Ilmu kimia
membahas semua materi tentang : susunan nya dan struktur nya , sifa ,
perubahannya , energi yang menyertai perubahan nya
2. metode ilmiah adalah suatu urutan
langkah-langkah ilmiah dalam penyusunan suatu teori. Teori tersebut harus dapat
dibuktikan kebenarannya berdasarkan pengamatan. Apabila teori tersebut tidak
sesuai dengan fakta empiris, maka harus diadakan eksperimen ulang dan disusun
teori baru yang dapat bermanfaat bagi umat manusia. Nah, langkah-langkah yang
biasanya terdapat dalam suatu metode ilmiah adalah: menemukan masalah , membuat
hipotesis , melakukan eksperimen ,melakukan analisis hasil eksperimen , menarik
kesimpulan ,menyusun teori sesuai dengan fakta
3. Satuan dasar SI adalah tujuh satuan ukur yang
ditetapkan oleh Système International d’Unités (SI), sebagai himpunan
dasar untuk menurunkan seluruh satuan lain SI, yaitu Satuan turunan SI. 7 satuan dasar/pokok SI adalah
sebagai berikut :
|
No
|
Besaran dasar
|
Nama unit
|
Lambang unit
|
Simbol besaran
|
|
1
|
m
|
l
|
||
|
2
|
kg
|
m
|
||
|
3
|
s
|
t
|
||
|
4
|
K
|
T
|
||
|
5
|
A
|
i
|
||
|
6
|
cd
|
j
|
||
|
7
|
Mol
|
N
|
4.
Metode
pengukuran adalah cara yang digunakan untuk memperoleh data kuantitatif dari
suatu variable. Metode dapat berupa penggunaan alat ukur untuk mengetahui
besaran kuantitatif maupun dengan cara menggunakan suatu model pengukuran.
Dalam suatu pengukuran dapat digunakan lebih dari satu metode untuk mengurangi
nilai ketidak pastian hasil pengukuran.
Angka penting adalah angka yang
didapat dari hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan angka taksiran.
5.
Zat-zat dan
fungsi nya
|
SIFAT
|
ZAT PADAT
|
ZAT CAIR
|
ZAT GAS
|
|
Bentuk
|
Tetap
|
Mengikuti
wadahnya
|
Mengikuti
bentuk wadahnya
|
|
Volume
|
Tetap
|
Tetap
|
Tergantung
pada tempatnya
|
|
Kompresibilitas (pemampatan)
|
Tidak
dapat dimampatkan
|
Sulit
untuk dimampatkan
|
Mudah
dimampatkan
|
|
Massa jenis
|
Umumnya
mempunyai massa jenis besar
|
Mempunyai
massa jenis besar
|
Mempunyai
massa jenis yang sangat kecil
|
|
Kemudahan mengalir
|
Tidak
mengalir
|
Dapat
mengalir
|
Dapat
mengalir
|
6.Unsur
adalah suatu zat yang sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang
lebih kecil.
Senyawa adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa
unsur yang saling kait-mengait.
Campuran
adalah zat yang tersusun dari beberapa zat yang lain jenis dan tidak tetap susunannya
dari unsur dan senyawa. Contoh Campuran adalah Udara, Tanah, dan Air.
7. Persamaan reaksi
didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang
terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia. Dalam reaksi kimia terdapat
zat-zat pereaksi (reaktan) dan zat-zat hasil reaksi (produk). Di
dalam persamaan reaksi, rumus kimia pereaksi dituliskan di ruas kiri dan rumus
kimia hasil reaksi dituliskan di ruas kanan. Antara kedua ruas itu dihubungkan
dengan anak panah (→) yang menyatakan arah reaksi kimia.
Daftar
pustaka
http://anrilsmakalah.blogspot.co.id/
Komentar
Posting Komentar