Herliana (A1C21736) riview kimia dasar pertemuan 2



REVIEW KIMIA DASAR
Pertemuan 2
          

            NAMA                          : HERLIANA
            NIM                              : A1C217036
            DOSEN PENGAMPU : Dr.YUSNELTI,M.Si.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 
UNIVERSITAS JAMBI
2017

Pendahuluan
Latar belakang
Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari komposisi, sifat dan perubahan materi. Ilmu Kimia merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Ilmu kimia juga terkait dengan berbagai disiplin ilmu lainnya seperti fisika, farmasi,kedokteran dan berbagai ilmu lainnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga tak luput dari peranan kimia di dalamnya. Sebaliknya, teknologi sangat berpengaruh dalam perkembangan ilmu kimia.
Hal yang tidak kalah penting dalam mempelajari ilmu kimia adalah mengetahui sejarah perkembangan ilmu kimia. Dengan mengetahui sejarah perkembangan ilmu kimia hingga sekarang ini, kita dapat memahami setiap peristiwa yang menuntun pada perkembangan ilmu kimia. Dengan demikian, kita mampu menyadari bahwa ilmu kimia yang kita pelajari sekarang merupakan buah dari upaya selama ribuan tahun.
Namun, di zaman ini, era global yang menyeret semua individu ke arus pergerakannya, tampaknya pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang sejarah perkembangan kimia, khususnya yang berkecimpung dalam ilmu kimia dan terutama para pelajar, mengalami penurunan yang cukup signifikan. Sebagian besar masyarakat tidak lagi mempunyai pemahaman mendalam tentang perkembangan ilmu kimia. Para pelajar pun hanya memahami kulit luar dari perkembangan ilmu kimia, tanpa pernah memahami sungguh-sungguh setiap proses yang berlangsung dalam sejarah perkembangan kimia. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan, mengingat sejarah perkembangan ilmu kimia merupakan hal yang penting untuk dipelajari.
            Mengamati keadaan yang sangat disayangkan ini, penulis merasa tertarik untuk mengulas tentang perkembangan ilmu kimia yang sangat penting ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, penulis menyusun suatu karya ilmiah dengan judul “PERKEMBANGAN ILMU KIMIA”.

Tujuan
1.    Dapat mengetahui definisi dan pengertian dari ilmu kimia serta manfaat nya dalam kehidupan sehari-hari
2.    Dapat mengetahui tahapan dalam metode ilmiah
3.    Dapat mengetahui sistem internasional dari satuan-satuan unit
4.    Dapat mengetahui tentang pengukuran dan angka bermakna
5.    Dapat mengetahui zat-zat dan sifat-sifatnya
6.    Dapat mengetahui pengertian dari unsur, senyawa , campuran
7.    Dapat mengetahu simbol, rumus , dan persamaan reaksi




pembahasan
Ilmu Kimia

            

   Kimia adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari komposisi dan sifat materi. Materi adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Massa adalah ukuran jumlah materi yang terdapat dalam suatu sampel. Kimia mempunyai posisi penting dalam ilmu pengetahuan karena segala sesuatu pasti tersusun atas bahan kimia

    Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik.  Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antara atom.
Kimia sering disebut sebagai “ilmu pusat” karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika dan geologi. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.
Ilmu kimia membahas semua materi tentang :
1.    susunan nya dan struktur nya
2.    sifat
3.    perubahannya
4.    energi yang menyertai perubahan nya
   Misalkan kita membahas “air”. Maka secara sederhana yang dipelajari oleh ilmu kimia tentang air adalah mengenai :
1.    Bagaimana atom-atom hidrogen dan oksigen tersusun dalam sebuah molekul air dengan membentuk struktur molekul.
2.    Bagaimana sifat- sifat air dihubungkan dengan susunan dan struktur tadi.
3.     Perubahan apa yang terjadi pada air (erat kaitannya dengan reaksi kimia)
Ilmu kimia adalah ilmu pengetahuan bagi abad ke 21 , dalam berbagai bidang antara lain :

Ø Kesehatan dan Pengobatan
• Sistem sanitasi
• Operasi dengan anestesi
• Vaksin dan antibiotik

Ø Energi dan Lingkungan
• Energi Fosil
• Energi Surya
• Energi nuklir
Ø Teknologi dan Material
• Polimer, keramik, kristal cair
• Superkonduktor pada suhu kamar
• Komputasi molekular

Ø Makanan dan Pertanian
• Modifikasi tanaman secara genetis
• Pestisida “alami”.
• Pupuk khusus
   Manfaat ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak sekali karena berhubungan pada indera manusia seperti penglihatan, pendengaran, perasaan, dan penciuman. Dengan itu, tanpa ilmu kimia maka ilmu fisika, ilmu teknik sipil, dan lain sebagainya, tidak bisa kita terapkan dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Ilmu kimia dapat meolong manusia dalam melakukan aktivitas berupa pekerjaan apapun termasuk kelistrikan, pembangunan rumah, dan lain sebagainya.
Bahan kimia sangat ditakuti oleh orang-orang yang tidak mengerti ilmu kimia. Pada hal, semua benda yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dan disekeliling kita bahkan tubuh manusia pun meliputi bahan kimia. Contoh bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari berupa buku, udara, rumah, makanan dan minuman, batuan, besi, emas, gula, garam, sabun, pasta gigi, dan masih banyak lagi. Bahan kimia yang ada disekitar kita banyak berasal dari alam dan makhluk hidup. Bahan kimia dapat digunakan untuk keperluan seperti membangun rumah, membuat pakaian, makanan dan minuman, dan lain sebagainya.



Metode ilmiah
Ilmu kimia terus berkembang sejalan penemuan-penemuan baru dari peneliti
Peneliti menggunakan pendekatan umum dalam mempelajari fenomena alam yang disebut Metoda Ilmiah (scientific method)
metode ilmiah adalah suatu urutan langkah-langkah ilmiah dalam penyusunan suatu teori. Teori tersebut harus dapat dibuktikan kebenarannya berdasarkan pengamatan. Apabila teori tersebut tidak sesuai dengan fakta empiris, maka harus diadakan eksperimen ulang dan disusun teori baru yang dapat bermanfaat bagi umat manusia. Nah, langkah-langkah yang biasanya terdapat dalam suatu metode ilmiah adalah:
  1. menemukan masalah
  2. membuat hipotesis
  3. melakukan eksperimen
  4. melakukan analisis hasil eksperimen
  5. menarik kesimpulan
  6. menyusun teori sesuai dengan fakta
Studi ilmiah secara umum:
• Dimulai dengan pertanyaan tentang alam
• Melibatkan perbandingan hasil kerja orang lain
• Memerlukan observasi hasil percobaan
• Seringkali menghasilkan kesimpulan , pernyataan berdasarkan pengamatan berulang

Percobaan menghasilkan fakta-fakta empiris
• Fakta-fakta disebut data
• Generalisasi yang didasarkan atas hasil berbagai hasil percobaan disebut Hukum ilmiah
Hukum ilmiah sering diwujudkan dalam persamaan matematika
• Hukum merangkum hasil-hasil percobaan
 
 
Metode ilmiah bersifat dinamis  : pengamatan menghasilkan hukum , yang menimbulkan percobaan baru ,yang mungkin merubah hipotesis ,yang mungkin menghasilkan teori.


  
Sistem internasional dari satuan-satuan unit

Satuan dasar SI adalah tujuh satuan ukur yang ditetapkan oleh Système International d’Unités (SI), sebagai himpunan dasar untuk menurunkan seluruh satuan lain SI, yaitu Satuan turunan SI.
7 satuan dasar/pokok SI adalah sebagai berikut :
No
Besaran dasar
Nama unit
Lambang unit
Simbol besaran
1
m
l
2
kg
m
3
s
t
4
K
T
5
A
i
6
cd
j
7
Mol
N

Pengukuran dan angka bermakna

A.   pengukuran
Seperti halnya dalam fisika pengertian pengukuran dalam kimia adalah pengukuran sifat kimia yang dapat teramati oleh fisik maupun tidak. Pengukuran dalam kimia tidak harus berupa data kuantitatif saja namun dapat berupa data kualitatif. Misalnya menentukan asam, basa atau garam suatu zat menggunakan kertas lakmus. Dalam kimia pengukuran sangat penting karena kesalahan dalam pengukuran dapat mengakibatkan reaksi yang berbeda. Sehingga kesalahan pengukuran harus diminimalisir karena pengaruhnya sangat besar.
Metode pengukuran adalah cara yang digunakan untuk memperoleh data kuantitatif dari suatu variable. Metode dapat berupa penggunaan alat ukur untuk mengetahui besaran kuantitatif maupun dengan cara menggunakan suatu model pengukuran. Dalam suatu pengukuran dapat digunakan lebih dari satu metode untuk mengurangi nilai ketidak pastian hasil pengukuran. Untuk itu metode yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan dan variable yang akan diukur agar hasil yang didapatkan akurat. Berikut adalah contoh metode pengukuran menggunakan suatu instrument/ alat pengukuran:
ü  Pengukuran Panjang
Ada tiga alat ukur panjang yang umum digunakan, mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
ü  Pengukuran massa dan waktu
Massa diukur dengan neraca. Neraca yang biasa dipakai di laboratorium adalah waktu secara prinsip dapat diukur oleh kejadian yang berulang secara teratur, misalnya detak jantung, getaran pegas, rotasi bumi, dan revolusi bumi. Selang waktu singkat seperti catatan waktu lomba lari dengan stopwatch. Stopwatch analog memiliki ketelitian 0,1 sekon dan stopwatch digital memiliki ketelitian 0,01 sekon.
ü  Pengukuran luas dan volume
Pengukuran luas termasuk pengukuran tidak langsung. Luas benda dapat diukur dengan menggunakan rumus.
B.    ANGKA PENTING

Angka penting adalah angka yang didapat dari hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan angka taksiran.

Nilai setiap hasil pengukuran merupakan angka penting.
Angka penting terdiri dari dua bagian:
 - Pertama angka pasti yaitu angka yang ditunjukkan pada skala alat ukur dengan nilai yang ada.
 - Kedua angka taksiran yaitu angka hasil pengukuran yang diperoleh dengan memperkirakan nilainya.

Nilai ini muncul karena yang terukur terletak diantara skala terkecil alat ukur. Dalam setiap pengukuran hanya diperbolehkan memberikan satu angka taksiran.
Aturan-aturan angka penting
·  Semua angka bukan nol adalah angka penting. 
·  Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol termasuk angka penting. 
·  Semua angka nol yang terletak pada deretan akhir dari angka angka yang ditulis di belakang koma desimal termasuk angka penting.
·  Angka-angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik desimal adalah bukan angka penting.
·  Bilangan-bilangan puluhan, ratusan, ribuan, dan seterusnya yang memiliki angka-angka nol pada deretan akhir harus dituliskan dalam notasi ilmiah agar jelas apakah angka-angka nol tersebut adalah angka penting atau bukan. 

CONTOH : Sekelompok siswa yang melakukan pengukuran massa benda menggunakan alat ukur. Dalam pengukuran itu terlihat penunjukkan skala. seorang menuliskan hasil 8,85 gr sedangkan seorang yang lain menuliskan hasil 8,9 gr. Manakah hasil yang benar? Penyelesaian: perhatikan : Angka pasti = 8 gr Angka taksiran = 0,9 gr (hanya boleh satu angka taksiran, tidak boleh 0,85 karena 2 angka taksiran) Hasil pengukuran adalah m = angka pasti + angka taksiran = 8 + 0,8 = 8,8 gr.





Zat/bahan dan sifat-sifat nya
Sifat-sifat zat berdasarkan wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, pada prinsipnya terdapat tiga zat yaitu : zat padat, zat cair, dan zat gas. Masing-masing wujud zat ini, mempunyai ciri-ciri khusus baik dilihat dari bentuk fisiknya maupun partikel-partikel penyusunnya seperti pada table berikut :

SIFAT
ZAT PADAT
ZAT CAIR
ZAT GAS
Bentuk
Tetap
Mengikuti wadahnya
Mengikuti bentuk wadahnya
Volume
Tetap
Tetap
Tergantung pada tempatnya
Kompresibilitas (pemampatan)
Tidak dapat dimampatkan
Sulit untuk dimampatkan
Mudah dimampatkan
Massa jenis
Umumnya mempunyai massa jenis besar
Mempunyai massa jenis besar
Mempunyai massa jenis yang sangat kecil
Kemudahan mengalir
Tidak mengalir
Dapat mengalir
Dapat mengalir

ü Zat padat
Partikel-partikel zat padat memiliki sifat sebagai berikut :
1.       Partikel-partikel yang menempati posisi yang tetap, jika artikel zat padat menempati posisi yang teratur maka disebut Kristal, dan jika partikel zat padat menempati posisi yang tidak teratur maka disebut amorf.
2.       Gaya tarik-menarik antar partikel sangat kuat.
      3.       Gerakan partikel hanya berupa getaran disekitar posisi tetapnya. Posisi partikel yang relative tetap menyebabkan zat padat memiliki bentuk dan volume tetap. Gerakan partikel yang hanya bergetar menyebabkan zat padat tidak dapat mengalir.
Contoh zat padat diantaranya adalah batu, kayu, gelas, dan sebagainya.

ü Zat cair
Partikel-partikel zat cair memiliki sifat sebagai berikut :
1.       Jarak antar partikel tetap dan agak berjauhan.
2.       Gaya tarik-menarik antar partikel lemah dibandingkan zat padat.
3.       Gerakan partikel lebih lincah dari pada zat padat dan partikel dapat berpindah tempat. Jarak antar partikel yang tetap menyebabkan zat cair mempunyai volume yang tetap gerakan partikel yang lincah dan dapat berpindah posisi menyebabkan zat cair dapat mengalir yang menyebabkan bentuk zat cair selalu mengitkuti bentuk wadahnya.
Contoh zat cair diantaranya adalah air, air raksa, dan lain-lain.

ü Zat gas
Partikel-partikel zat padat memiliki sifat sebagai berikut :
1.       Memiliki jarak partikel yang berubah-ubah.
2.       Hampir tidak ada gaya tarik-menarik.
3.       Gerakan partikel sangat bebas dibandingkan zat padat dan cair.
Contoh zat gas diantaranya adalah oksigen, helium, hydrogen, uap air, dan lain-lain.

Penggolongan Zat
ü Unsur
Unsur adalah suatu zat yang sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil.
Contoh unsur :
  Unsur Emas / Au (Aurum)
  Unsur Nitrogen / N
  Unsur Platina / Pt
  Unsur Karbon / Carbon / C

Setiap dalam suatu unsur pasti akan diberi lambang sesuai dengan aturan penulisan dalam internasional. Berikut ini adalah aturan penulisan dalam suatu unsur.
1.   Untuk lambang unsur yang hanya terdiri atas satu huruf, penulisannya itu menggunakan huruf kapital. Contoh seperti :
  Karbon dinotasikan C.
  Unsur Hidrogen dinotasikan H.
  Unsur Oksigen dinotasikan 0.
2. Untuk lambang unsur yang terdiri dari dua huruf, penulisan huruf pertama menggunakan huruf kapital dan huruf kedua dengan mengunakan huruf kecil. Contohnya seperti :
Unsur Natrium dinotasikan Na.
  Unsur Kalsium dinotasikan Ca.

Secara umum unsur terbagi menjadi dua kelompok yaitu :
1.    Unsur Logam : umumnya unsur logam diberi nama akhiran ium. Umumnya logam ini memiliki titik didih tinggi, mengilap, dapat dibengkokan  , dan dapt menghantarkan panas atau arus listrik.
2.       Unsur Non Logam : umumnya memiliki titik didih rendah, tidak mengkilap, kadang-kadang rapuh tak dapat dibengkokkan dan sukar menghantarkan panas atau arus listrik.

Berikut ini tabel lambang unsur logam dan non logam
No
Unsur Logam
Unsur Non Logam
Nama Unsur Lambang
Nama Unsur Lambang
1
Aluminium (Al)
Argon (Ar)
2
Antimon (Sb)
Arsen (As)
3
Barium (Ba)
Belerang (S)
4
Besi (Fe)
Boron (B)
5
Bismut (Bi)
Bromin (Br)
6
Emas (Au)
Flourin (F)
7
Kalium (K)
Fosforus (P)
8
Kalsium (Ca)
Helium (He)
9
Kobalt (Co)
Hidrogen (Ho)
10
Kromium (Cr)
Lodin (L)
11
Mangan (Mn)
Karbon (C)
12
Magnesium (Mg)
Klorin (Ci)
13
Natrium (Na)
Neon (Ne)
14
Nikel (Ni)
Nitrogen (N)
15
Perak (Ag)
Oksigen (O)
16
Raksa (Hg)
Silikon (Si)
17
Seng (Zn)
Kripto (Kr)
18
Tembaga (Cu)
Xenon (X)
19
Timah (Sn)
Selenium (Se)
20
Timbal (Pb)
Radon (Rn)

ü Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa unsur yang saling kait-mengait. Contoh Senyawa :
  Senyawa Oksigen  (O2)
  Senyawa Air (H2O)
  Senyawa Alkohol (C2 H5 OH)
  Senyawa Garam Dapur (NaCl)

Sifat-sifat yang ada dalam senyawa :
1.       Senyawa itu dapat terbentuk apabila melalui suatu proses  dari reaksi kimia.
2.       Komponen penyusun yang ada pada suatu senyawa pasti mempunyai suatu perbandingan tertentu yang sifatnya tentu saja itu tetap (hukum Proust).

Macam-macam senyawa:
1.       Senyawa yang terdiri dari unsur logam dan unsur nonlogam
Nama dalam suatu unsur logam menjadi nama depan atau boleh dikatakan dengan duluan dan unsur nonlogam menjadi nama belakang.
Contoh:
Unsur Logam
Unsur Non Logam
Rumus Kimia
Nama Senyawa
Magnesium
Oksigen
MgO
Magnesium Oksigen
Kalium
Bromin
KBr
Kalium Bromida

2.       Senyawa yang hanya terdiri dari unsur nonlogamnya saja
Senyawa yang terdiri atas dua unsur nonlogam, nama belakangnya pasti akan diberi akhiran/cta.
Apabila ada pasangan dalam suatu unsur yang bersenyawa lebih dari satu, maka penamaan senyawa tersebut dibedakan dengan menyebutkan angka indeksnya, yang dinyatakan dalam bahasa yunani sebagai berikut :
Nomor Angka
Nomor dalam Bahasa Yunani
1
Mono
2
Di
3
Tri
4
Tetra
5
Penta
6
Heksa
7
Hepta
8
Okta
9
Nona
10
Deka
Contoh :
  Karbon monoksida (CO)
  Karbon dioksida (C02)

3.       Senyawa yang terdiri atas unsur hidrogen dan nonlogam terdapat dua aturan dalam pemberian penamaan untuk senyawa yang, tersusun atas unsur hidrogen dan nonlogam, yaitu:

  Kata hidrogen itu dapat dijadikan nama depan dan nama unsur nonlogam sebagai nama belakang dengan akhiran kata Ida.
Contohnya seperti  HF = Hidrogen fluoride
  Menggunakan kata asam sebagai nama depan dan nama unsur nonlogam sebagai nama belakang ditambah akhiran ida
Contohnya seperti HF = Asam fluoride
  Senyawa yang terdiri atas unsur logam, oksigen, dan unsur hidrogen
apabila dalam suatu unsur oksigen merupakan unsur kedua yang diikuti dengan unsur hidrogen maka penamaan senyawa dapat menggunakan suatu  nama unsur logam sebagai nama depan. Kata hidroksida yang merupakan gabungan nama unsur hidrogen dan oksigen, sebagai nama belakangnya.
Contoh : NaOH: Natrium hidroksida KOH: Kalium hidroksida

ü Campuran

Campuran adalah zat yang tersusun dari beberapa zat yang lain jenis dan tidak tetap susunannya dari unsur dan senyawa. Contoh Campuran adalah Udara, Tanah, dan Air.
Berdasarkan homogenitasnya, campuran itu dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu sebagai berikut :

1.       Campuran homogen.
Campuran homogen ialah campuran yang tediri diantara dua zat atau lebih yang apabila partikel-partikel penyusunnya itu tidak bisa lagi dibedakan. Campuran homogen itu punya suatu bagian-bagian penyusun yang sama. Larutan merupakan campuran yang ada dalam suatu homogen. Oleh karenanya, campuran homogen itu kerap sekali disebut juga dengan larutan. Dalam larutan, zat itu dapat terlarut dan itu disebut dengan solute, sedangkan zat pelarut dinamkan solvent. Berikut ini adalah sifat dari larutan.
  Dalam larutan itu Terdiri atas dua zat atau lebih yang setiap partikelnya itu  penyusunnya menyebar dan merata di seluruh larutan.
  Dalam larutan Ukuran partikel larutan itu kurang dari 10 nm.
  Setiap partikel penyusun larutan menyebar merata di seluruh larutan.

2.       Campuran heterogen
Campuran heterogen merupakan Campuran antara dua macam zat atau lebih yang partikel-partikel penyusunnya masih dapat dibedakan satu sama lainnya. Campuran Heterogen itu dapat dibedakan menjadi 2 yaitu sebagi beikut :

  Koloid.
Partikel-partikel yang ada dalam koloid hanya dapat terlihat dengan menggunakan suatu alat jenis mikroskop yang dinamakan mikroskop ultra. Ukuran partikel yang terdapat dalam larutan kira-kira antara 10 sampai dengan 1000 nm. Partikelnya pun menyebar, tetapi nggak bisa mengendap, serta tidak dapat menghamburkan cahaya. Contohnya seperti susu, asap, kabut, agar-agar, kuningtelur dll.
  Suspensi
Obat batuk cair merupakan contoh larutan heterogen (www. flickr.com)
Partikel-partikel yang terdapat pada suspensi dapat dilihat hanya dengan mikroskop biasa. Ukuran partikelnya pun lebih besar yaitu kira-kira sampai 1.000 nm. Suspensi nggak bisa ditembus cahaya. Contohnya seperti minyak dengan air, air keruh, dan air kapur.

Simbol , rumus, persamaan reaksi
Persamaan reaksi didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia. Dalam reaksi kimia terdapat zat-zat pereaksi (reaktan) dan zat-zat hasil reaksi (produk). Di dalam persamaan reaksi, rumus kimia pereaksi dituliskan di ruas kiri dan rumus kimia hasil reaksi dituliskan di ruas kanan. Antara kedua ruas itu dihubungkan dengan anak panah (→) yang menyatakan arah reaksi kimia.
Contoh:
Logam magnesium bereaksi dengan gas klorin membentuk magnesium klorida. Tuliskan persamaan reaksinya.
Persamaan reaksinya adalah Mg + Cl2 → MgCl2
Suatu persamaan reaksi kimia dapat ditulis dengan dua cara yaitu persamaan perkataan dan persamaan simbol. Persamaan perkataan adalah persamaan kimia yang memberi nama pereaksi-pereaksi dan nama hasil reaksinya, misalnya gas nitrogen bereaksi dengan gas hidrogen menghasilkan amonia, maka persamaan perkataannya adalah sebagai berikut.
Sedangkan persamaan simbol adalah suatu singkatan dalam menguraikan suatu reaksi kimia. Simbol ini menggunakan rumus kimia dari pereaksi-pereaksi dan hasil reaksi, serta menggunakan tanda plus (+) dan tanda panah (→). Sebagai contoh, persamaan perkataan dari reaksi kimia antara nitrogen dan hidrogen di atas, maka kita dapat menuliskan persamaan simbolnya sebagai berikut.

Kesimpulan
1.  Kimia ilmu pengetahuan yang mempelajari komposisi dan sifat materi. Materi segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa . Massa adalah ukuran jumlah materi yang terdapat dalam suatu sampel. Kimia mempunyai posisi penting dalam ilmu pengetahuan karena segala sesuatu pasti tersusun atas bahan kimia.Ilmu kimia membahas semua materi tentang : susunan nya dan struktur nya , sifa , perubahannya , energi yang menyertai perubahan nya

2.  metode ilmiah adalah suatu urutan langkah-langkah ilmiah dalam penyusunan suatu teori. Teori tersebut harus dapat dibuktikan kebenarannya berdasarkan pengamatan. Apabila teori tersebut tidak sesuai dengan fakta empiris, maka harus diadakan eksperimen ulang dan disusun teori baru yang dapat bermanfaat bagi umat manusia. Nah, langkah-langkah yang biasanya terdapat dalam suatu metode ilmiah adalah: menemukan masalah , membuat hipotesis , melakukan eksperimen ,melakukan analisis hasil eksperimen , menarik kesimpulan ,menyusun teori sesuai dengan fakta


3.  Satuan dasar SI adalah tujuh satuan ukur yang ditetapkan oleh Système International d’Unités (SI), sebagai himpunan dasar untuk menurunkan seluruh satuan lain SI, yaitu Satuan turunan SI. 7 satuan dasar/pokok SI adalah sebagai berikut :
No
Besaran dasar
Nama unit
Lambang unit
Simbol besaran
1
m
l
2
kg
m
3
s
t
4
K
T
5
A
i
6
cd
j
7
Mol
N

4.  Metode pengukuran adalah cara yang digunakan untuk memperoleh data kuantitatif dari suatu variable. Metode dapat berupa penggunaan alat ukur untuk mengetahui besaran kuantitatif maupun dengan cara menggunakan suatu model pengukuran. Dalam suatu pengukuran dapat digunakan lebih dari satu metode untuk mengurangi nilai ketidak pastian hasil pengukuran.
Angka penting adalah angka yang didapat dari hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan angka taksiran.

5.  Zat-zat dan fungsi nya

SIFAT
ZAT PADAT
ZAT CAIR
ZAT GAS
Bentuk
Tetap
Mengikuti wadahnya
Mengikuti bentuk wadahnya
Volume
Tetap
Tetap
Tergantung pada tempatnya
Kompresibilitas (pemampatan)
Tidak dapat dimampatkan
Sulit untuk dimampatkan
Mudah dimampatkan
Massa jenis
Umumnya mempunyai massa jenis besar
Mempunyai massa jenis besar
Mempunyai massa jenis yang sangat kecil
Kemudahan mengalir
Tidak mengalir
Dapat mengalir
Dapat mengalir




6.Unsur adalah suatu zat yang sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil.

Senyawa adalah zat tunggal yang terdiri atas beberapa unsur yang saling kait-mengait.

Campuran adalah zat yang tersusun dari beberapa zat yang lain jenis dan tidak tetap susunannya dari unsur dan senyawa. Contoh Campuran adalah Udara, Tanah, dan Air.

7.    Persamaan reaksi didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia. Dalam reaksi kimia terdapat zat-zat pereaksi (reaktan) dan zat-zat hasil reaksi (produk). Di dalam persamaan reaksi, rumus kimia pereaksi dituliskan di ruas kiri dan rumus kimia hasil reaksi dituliskan di ruas kanan. Antara kedua ruas itu dihubungkan dengan anak panah (→) yang menyatakan arah reaksi kimia.






  
Daftar pustaka

http://anrilsmakalah.blogspot.co.id/

Komentar