Herliana (A1C217036) review kimia dasar pertemuan 6

REVIEW KIMIA DASAR
Pertemuan 6

         
NAMA                          : HERLIANA
NIM                             : A1C217036
DOSEN PENGAMPU               : Dr.YUSNELTI,M.Si.


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI
2017


BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
      Tanpa kita sadari, selama ini kehidupan kita sangat berkaitan dengan zat kimia yang dapat kita temui dalam berbagai macam bentuk. Salah satunya dalam larutan yang akan dibahas lebih jauh dalam makalah ini. Misalnya garam dapur atau Natrium Klorida (NaCl). Selain memperkaya rasa masakan ternyata garan dapur (NaCl) yang kita kenal selama ini mempunyai kegunaan lain. Ternyata garam dapur (NaCl) dalam bentuk larutan jika disambungkan dengan power supply dapat menghantarkan arus listrik dan membuat lampu menyala.
     Demikian juga halnya dengan larutan-larutan lainnya, misalnya air suling, larutan gula, asam asetat, amonia, asam sulfat, asam klorida, natrium klorida, natrium hidroksida, dan masih banyak lagi. Secara garis besar larutan dibagi menjadi dua yaitu larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. Larutan elektrolit dibagi lagi menjadi dua yaitu elektrolit kuat dan elektroit lemah. Dan untuk selengkapnya akan dibahas pada bab selanjutnya

Tujuan pendidikan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui reaksi kimia dalam larutan
2. Untuk mengetahui istilah-istilah dalam larutan
3. Untuk mengetahui elektrolit
4. Untuk mengetahui reaksi antara ion-ion
5. Untuk mengetahui reaksi asam-basa
6. Untuk mengetahui terjadinya reaksi metatesis







BAB II
PEMBAHASAN
Reaksi kimia dalam larutan air
         Reaksi kimia adalah suatu proses alam yang selalu menghasilkan antar perubahan senyawa kimia. Senyawa ataupun senyawa - senyawa awal yang terlibat dalam reaksi tersebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya dikarateristikan dengan perubahan kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebih produk yang biasanya memiliki ciri – ciri yang berbeda dari reaktan. Secara klasik, reaksi kimia melibatkan perubahan yang melibatkan pergerakan electron dalam pembentukan dan pemutusan ikatan kimia, walaupun pada dasarnya konsep umum reaksi kimia juga dapat diterapkan pada transformasi partikel – partikel elementer seperti pada reaksi nuklir. Beberapa pereaksi dan hasil reaksi dapat berada dalam bentuk larutan. Larutan(solution) adalah campuran homogen dari dua atau lebih zat dimana sesungguhnya ditentukan oleh komponen -komponennya yaitu:
- Pelarut (solvent) : substansi yg melarutkan zat.komponen ini menentukan wujud larutan sebagai gas,padatan atau zat cair.
- Zat terlarut(solute): substansi yang terlarut dalam solvent Misalnya : NaCl(aqueous);NaCl solute,aqua solvent
     Salah satu pelarut yang paling penting bagi reaksi kimia adalah air. Air adalah suatu zat yang umum tapi merupakan pelarut yang baik untuk bermacam zat kimia baik yang berbentuk ion atau molekul.Banyaknya perhatian yang telah diberikan pada reaksi dalam larutan air, sebagian karena air merupakan pelarut umum yang mudah didapat dalam laboratorium dan sebagian lagi karena ada¬nya reaksi pencemaran air yang potensial disekeliling kita dan juga disebabkan karena air merupakan media dimana reaksi biokimia terjadi.
      Sifat Umum larutan berair antara lain :Elektrolit : suatu zat yang ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yg dapatmenghantarkan listrik ciri2 elektrolit kuat : apabila zat terlarut dianggap 100% terdisosiasimenjadi ion2nya dalam larutan (disosiasi adalah penguraian senyawa menjadikation dan anion) . Nonelektrolit : tidak menghantarkan arus listrik ketika dilarutkan dalam air. Tabel penggolongan zat terlarut dalam larutan berair Elektrolit kuat Elektrolit lemah Nonelektrolit (NH 2 2) CO (urea) - HCl - CH 3COOH - HNO3 CH 3OH (metanol) - HF - HClO4 - HNO2 - H 2SO4 C 2H 5OH (etanol) - NH3 - NaOH - H 2O C 6H 12O 6 (glukosa) - Ba(OH)2Senyawa - senyawa ionik C 12H 22O11 (sukrosa)•
      Air merupakan pelarut sangat efektif untuk senyawa- senyawa ionik pelarut polar(memiliki ujung positif H dan ujung negatif O) .
• Hidrasi (hydration) : proses dimana sebuah ion dikelilingi oleh molekul2 air yg tersusun dalam keadaan tertentu membantu menstabilkan ion2 dlm larutan dan mencegah kation untukbergabung kembali dgn anion. ex : NaCl (s) +(H 2O) Na + (aq) + Cl -(aq)
• Asam dan basa juga merupakan elektrolit.beberapa asam termasuk HCl dan HNO 3 merupakan elektrolit kuat.
• Beberapa asam tertentu seperti CH 3COOH mengalami ionisasi sebagian : CH 3COOH (aq) CH 3COO -(aq) + H +(aq) reversible. Keadaan kimia seperti diatas damana tidak ada perubahan menyeluruh yg dpt teramati disebut kesetimbangan kimia.
     Ciri – ciri reaksi kimia dalam larutan air:
 1. Terjadi perubahan warna Pada reaksi kimia, reaktan diubah menjadi produk. Perubahan yang terjadi dapatdisebabkan adanya pemutusan ikatan-ikatan antaratom reaktan dan pembentukan ikatan-ikatanbru yang membentuk produk. Untuk memutuskan ikatan diperlukan energi. Untuk membentuk ikatan yang baru, dilepaskan sejumlah energi. Jadi, pada reaksi kimia terjadi perubahan energi. Reaksi kimia yang menghasilkan energi dalam bentuk panas disebut dengan reaksieksotermis. Reaksi yang menyerap energi panas disebut dengan reaksi endotermis.Contoh : Api dapat menghangatkan tubuh yang kedinginan dan ketika bernafas panas yang adadalam tubuh akibat berolahraga dikeluarkan sehingga tubuh menjadi dingin.
 2. Terjadi perubahan suhu Pada reaksi kimia, reaktan diubah menjadi produk. Perubahan yang terjadi dapatdisebabkan adanya pemutusan ikatan-ikatan antaratom pereaksi dan pembentukan ikatan-ikatanbaru yang membentuk produk. Untuk memutuskan ikatan diperlukan energi.Reaksi kimia yang menghasilkan energi dalam bentuk panas disebut dengan reaksi eksotermis,sedangkan reaksi yang menyerap energi panas disebut reaksi endotermis. Reaksi kimia terjadi pada suatu ruang yang kita sebut dbngan sistem, tempat di luarsistemdisebutdenganlingkungan. Pada reaksi eksotermis, terjadi perpindahan energi panas darisisitem ke lingkungan. Pada reaksi endotermis terjadi perpindahan energi panas dari lingkunganke system.
3. Terjadi pembentukan endapan Ketika mereaksikan dua larutan dalam sebuah tabung reaksi, kadang-kadang terbentuksuatu senyawa yang tidak larut, berbentuk padat, dan terpisah dari larutannya.Padatan itu disebut dengan endapan (presipitat).
 4. Terjadi pembentukan gas Secara sederhana, dalam reaksi kimia adanya gas yang terbentuk ditunjukkan denganadanya gelembung-gelembung dalam larutan yang direaksikan. Adanya gas dapat diketahui daribaunya yang khas, seperti asam sulfida (H2S) dan amonia (NH3) yang berbau busuk.
Istilah-istilah dalam larutan
    Banyak istilah yang dipakai pada pembicaraan mengenai larutan antara lain istilah pelarut (solven) dan zat terlarut (solut). Solven umumnya adalah zat yang berada pada larutan dalam jumlah yang besar, sedangkan zat lainnya dianggap sebagai solut. Pada larutan yang mengandung air maka air tersebut selalu dianggap sebagai solven walaupun jumlahnya relatif sedikit. Misalnya pada cam¬puran dari H2SO4 96% dan H2O 4% berat, dinamakan "asam sulfat pekat", menggambarkan bahwa sejumlah besar asam sulfat dilarutkan dalam sedikit air, jadi air merupakan solven dan H2SO4 solutnya.
    lstilah lain yang adalah pekat dan encer. Canaan pekat mengandung relatif lebih banyak solut dibanding solven se¬dangkan larutan encer mengandung relatif lebih sedikit solut dibanding solvennya. Ditekankan di sini kata relatif, sebab ada larutan disebut pekat bila dibandingkan dengan larutan lain yang mempunyai perban¬dingan solut lebih rendah terhadap solvennya.
     Dalam beberapa hal, ada batas dari jumlah solut yang dapat lanit dalam sejumlah solven pada temperatur tertentu. Misalnya bila kita tambahkan natrium klorida pada 100 ml air pada 0°C hanya 35,79 g garam yang akan larut, berapapun banyaknya jurnlah garam yang kita masulckan. Kelebihan NaCl rya akan mengendap di dasar wadah. Suatu larutan yang mengandung sejumlah solut yang larut clan mengadakan kesetimbangan dengan solut padatnya disebut larutan jenuh dan jumlah solut yang larut dalam larutan jenuh ini dinamakan kelarutan zat tersebut sehingga kelarutan dari natrium klorida dalam air pada 0°C adalah 35,7 g NaCI dalam 100 ml- air. Berarti untuk kelaruitan, kita selalu harus menyebut temperaturnya.
    Bila suatu larutan mengandung solut kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh, dikatakan larutan tidakjenuh. Misalnya bila akan melarutkan 20 g NaCI dalam 100 mL air pada 0°C. Suatu larutan tak jenuh masih mampu melarutkan lebih banyak solut, dalam hat ini penambahan 15,7 g NaCI dapat dilarutkan tiap 100 mL air.
Penting diketahui bahwa istilah jenuh dan tak jenuh tak ada hubung¬ an secara langsung dengan istilah larutan pekat dan encer. Misalnya suatu larutan jenuh perak klorida pada temperatur kamar hanya mengan¬dung 0,000089 g AgCl/100 mL air, sehingga bisa kita anggap larutan encer. Tetapi sebaliknya diperlukan kira-kira 500 g litium klorat (Li-CIO,) per 100 mL untuk membuat larutan jenuh nada temperatur yang sama. Pada hat larutan yang mengandung 400 g LiClO, dalam 100 niL air sudah dikatakan pekat walaupun belum jenuh.
Akhimya ada beberapa zat yang acap kali mernbentl ik larutan sangat jenuh (super saturated) vaitu larutan yang inengandLIM- lebih banyak solut dari pada yang diperlukan untuk larutan jenuh. Contohnya adalah natrium asetat (CH3COONa) Pada 0°C senyawa ini dapat larut sampai. mencapai 119 g/100 int., tetapi kelarutannya akan bertambah dengan naiknya temperatur. Bila suatu larutan tak jenuh yang panas yang me¬ngandung 119 g lebili NaC,H2O, per 100 ml didinginkan sampai 0°C, scharusnya kelebihan solut akan mengendap pada dasar larutan, tetapi biasanya tidak. Kelebihan solut akan tetap berada dalam bentuk larutan.




Elektrolit
    Umumnya air adalah pelarut (solven) yang baik untuk senyawa ion dan larutan air yang yang mengandung zat-zat ini akan mempunyai sifat-si¬fat yang khas, salah satu adalah dapat meneruskan arus listrik. Bila elektroda dicelupkan ke dalam air murni, bola lampu tidak akan menyala karena air adalah kon¬duktor listrik yang sangat jelek. Tetapi bila suatu senyawa ion yang larut seperti NaCI ditambahkan pada air, setelah solutnya larut, bola lampu mulai menyala dengan terang. Senyawa seperti NaCl yang membuat larutan menjadi konduktor listrik disebut elektrolit.
    Larutan Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan tersebut menjadi konduktor elektrik atau dapat mengantarkan listrik. Elektrolit dapat berupa air, asam, basa ataupun senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk asam, atau garam. Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar. Larutan elektrolit terdapat ion-ion yang berbeda muatan dan bergerak bebas. Bila arus listrik dihubungkan, kation bergerak menuju katode dan anion bergerak menuju anode sehingga arus listrik mengalir dalam sistem tersebut. Berikut gambar elektrode yang terhubung dengan sumber tegangan.
                                                 
    Ketika zat larut dalam air, ion-ion yang tadinya terikat kuat dalam zat padatnya akan lepas dan melayang-layang dalam larutan, bebas satu dengan yang lain. Dikatakan senyawa telah terdisosiasi atau melepaskan diri menghasilkan ion-ion dan adanya ion-on bebas inilah yang menyebabkan larutan menjadi konduktor listrik.Keterangan mengenai elektrolit ini pertama kali diberikan oleh Svante Arrhenius , ahli kimia terkenal dari Swedia.
   Bila senyawa ion berdisosiasi dalam air, ion-ionnya tak bebas sama sekali, karena ion-ion tersebut akan dihalangi oleh molekul-molekul air sehingga dikatakan akan terhidrasi. Hal ini dinyatakan dengan tulisan (aq) dibelakang dari rumus ion-ion tersebut. Misalnya pada disosiasiNatrium klorida yang terjadi bila zat padatnya dilarutkan dalam air dapat dituliskan dalam persamaan:    NaCl(s) ----> Na+(aq) + CI-(aq)
   Terbentuknya ion-ion dalam larutan tak hanya terbatas untuk senya¬wa ion saja. Banyak juga zat berbentuk molekul yang bereaksi dengan air akan menghasilkan ion-ion sehingga juga merupakan suatu elek¬trolit. Contohnya adalah HCI. Bila gas HCI dilarutkan dalam air, akan terjadi reaksi sebagai berikut:  HCI(g) + H20 à H2O +(aq) + Cl-(aq)
    Reaksi semacam ini biasanya disebut reaksi ionisasi karena mengha¬silkan ion-ion yang sebelurnnva tak ada (Tetapi sering disebut sebagai disosiasi agar tak usah menggunakan istilah yang berbeda untuk elek¬ trolit ion dan molekul). Reaksi terjadi karena adanya perpindahan pro¬ton atau ion hidrogen (H+) dan molekul HCI ke molekul air meng¬hasilkan ion hidronium H2O+ dan ion klorida (CI-). Sehingga walaupun hidrogen klorida murni berada sebagai molekul yang kelistrikannya netral (cairan HCI tak menghantarkan listrik) bila dilarutkan dalam air akan teqadi reaksi kimia dan menghasilkan ion dan menjadi suatu elektrolit.
     Seperti terlihat, ion hidronium merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dibicarakan pada reaksi kimia dalam lamtan air. Sangatlah berguna untuk menganggap ion hidronium itu sebagai ion H+ atau proton yang berasosiasi dengan molekul air. Kita dapat melakukan hal ini karena bila ion hidronium bereaksi, akan dilepaskan protonnya dan yang tinggal molekul air sebagai salah satu hasil reaksi. Sebetulnya H20 dari ion hidronium hanya bertindak sebagai pembawa untuk ion H+. Karena itu ion hidronium sering ditulis sebagai H+, dan kita sering membicarakan ion H30+ sebagai ion hidrogen. Bila H20 dari H30+ ion kita hilangkan, disosiasi HCI dapat ditulis sebagai berikut:   HCI(aq) à 4 H+(aq) + Cl-(aq)
Jenis-Jenis Larutan Elektrolit
1.) Larutan Elektrolit Kuat
Larutan elektrolit kuat adalah larutan elektrolit yang menghantarkan arus listrik dengan baik. Larutan Elektrolit kuat identik dengan asam kuat, basa kuat dan garam kuat. Contoh larutan elektrolit kuat: HCl, HI, HBr, H2SO4, HNO3, HClO4, Fe (OH3), NaOH, Ca(OH2), Mg(OH2), KOH, NaCl, KCl, CuSO4, KNO3 dan lainnya.
Larutan lektrolit kuat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Penghantar arus listrik yang baik atau kuat
Terionisasi dengan semurna
Tetapan atau derajat ionisasi a=1
Apabila diuji, larutan elektrolit kuat memiliki lampu yang terang dan muncul banyak gelembung gas.
2.) Larutan Elektrolit Lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang kurang baik dalam menghantarkan listrik. Contoh larutan elektrolit lemah: HCN, H3PO4, CH3COOH, C2O3, NH4OH, Al(OH3), Fe(OH)3), HF, HNO2, NH3, dan lainnya
Larutan Elektrolit lemah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Penghantar listrik yang kurang baik atau lemah
Terionisasi sebagian
Tetapan atau derajat ionisasi (a) 0< a <1
Apabila diuji, larutan elektrolit lemah nyala lampunya lemah dan muncul gelembung gas yang sedikit.
3.) Larutan Non Elektrolit
Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik karena larutan tersebut tidak dapat menghasilkan ion-ion. Contoh larutan non elektrolit antara lain: Larutan urea (CON2H4 atau (NH2)2CO), Larutan sukrosa (C12H22O11) Larutan glukosa (C6H12O6), Larutan alkohol (C2H5OH, CH3OH, dan lainnya)
Berikut ini adalah ciri-ciri Larutan non elektrolit:
Tidak dapat terionisasi
Tidak dapat menghantarkan arus listrik atau isolator
Tetapan atau derajat ionisasi (a) a = 0
Jika diuji, Larutan Non Elektrolit, tidak menyala dan tidak muncul gelembung gas.
Sifat Daya Hantar Listrik dalam Larutan
Larutan tergolong dalam campuran homogen yang terdiri atas zat pelarut dan zat terlarut. Pelarut yang biasa digunakan yaitu air. Sedangkan zat terlarut terdiri dari berbagai senyawa ion maupun kovalen. Sifat daya hantar listrik zat yang terlarut dalam air dapat diketahui dengan uji nyala.
Senyawa pembentuk larutan elektrolit
Senyawa yang dalam larutannya dapat menghantarkan arus listrik berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar, karena senyawa-senyawa tersebut dapat terionisasi saat dilarutkan dalam air.
Senyawa ion
-Senyawa ion tersusun dari ion-ion yang bentuknya padat dan kering. Ion-ion penyusun senyawa ion dalam pelarutnya akan bergerak bebas sehingga larutan ion dapat menghantarkan arus listrik. Senyawa ion dalam bentuk kristal, ion-ionnya tidak dapat bergerak bebas sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik. Contoh senyawa ion adalah NaCl, KCl, NaOH dan KOH.[2]
Senyawa kovalen polar
Senyawa kovalen polar apabila dilarutkan dalam air, maka akan terurai menjadi ion-ion. Hal tersebut disebabkan oleh ikatan kovalen pada senyawa tersebut mudah putus dalam pelarut air dan menghasilkan ion-ion. Contohnya asam klorida (HCl), Amonia (NH3).



Reaksi antara ion-ion
       Banyak reaksi-reaksi kimia yang dilakukan dalam laboratorium, yang merupakan bagian dalam pelajaran kimia, melibatkan elektrolit-elek¬trolit yang dilarutkan dalam air. Umumnya, reaksi-reaksi ini terjadi antara ion-ion yang ada dalam larutan, sebab itu dapat disebut reaksi ¬reaksi ion. Contoh yang khas adalah reaksi yang tejadi bila larutan natrium klorida dan perak nitrat dicampur, yang diperlihatkan dalam. Ketika larutan yang satu ditambahkan pada yang lain, suatu. endapan putih dari perak klorida terbentuk. Bila larutan natrium klorida mengandung 1 mol NaCl dan larutan perak nitrat mengandung 1 mol AgNO3, Maka 1 mol AgCI akan terbentuk dan larutan akan me¬nganduilg I mol NaNO3 yang terlarut. Bila diinginkan, kita dapat memi¬sahkan AgCI dari larutan dengan jalan menyaring campuran. Bila filtrat, air yang jernih yang melalui kertas caring, diuapkan, yang tinggal adalah kristal NaNO3.
Persamaan kimia untuk perubahan yang terjadi adalah
AgNO,(aq) + NaCI(aq) à AgC1(s) + NaNO,(aq)
    Reaksi semacam ini, dimana terjadi pertukaran tempat dari anion dan kation dinamakan metatesis atau perubahan rangkap, (Cl- menggan¬tikan NO, - dan NO3 - menggantikan CI-).Persamaan di atas dinamakan persamaan molekuler, sebab semua pereaksi dan hasil reaksi ditulis seolah-olah zat-zat tersebut berbentuk molekul. (Tentunya kamu telah mengetahui bahwa zat-zat ionik dalam keadaan padat maupun larutan tak berbentuk sebagai molekul. Di¬namakan saja persamaan molekuler karena tak diperlihatkan adanya ion-ion).
    Penyajian yang lebih tepat dari reaksi ini seperti yang terjadi sesung¬guhnya didapat bila kita memperhatikan apa yang terjadi bila solut dilarutkan dalam air. Seperti telah dibicarakan sebelumnya, tiap senyawa ion yang larut, pada larutan berada bukan dalam bentuk molekul tapi sebagai ion-ion yang tersebar dalam pelarut. senyawa ini 100% akan terdisosiasi. sebab itu, dalam air NaCl berada dalam bentuk ion Na+ dan Cl-. Demikian juga larutan AgNO3, berada sebagai ion Ag+ dan ion NO3 -. Bila kedua larutan dicampur, eat padat AgCI terbentuk karena
   bergabungnya ion Ag+ dan ion CI-. Zat padat dalam larutan yang terben¬tuk karena reaksi kimia dinamakan suatu endapan. Larutan yang ada setelah terbentuk AgCI hanya mengandung ion Na+ dan ion NO3-, jadi
adalah larutan Natrium Nitrat (NaNO3). Untuk menunjukkan zat-zat Yang seluruhnya terdisosiasi dalam reaksi ini kita tulis persamaannya sebagai berikut:
Ag’(aq) + NO, -(aq) + Na-(aq) + C1 (aq) ---> AgCl(.Y) + Na’(aq) + NO3 -(aq)
Persamaan ini disebut persamaan ionik dan didapat dengan menulis rumus dari tiap elektrolit kuat yang larut dalam bentuk terdisosiasi dan. rumus "yang tak larut dalam bentuk molekuler".
Bila diperiksa persamaan ionik dari reaksi ini, terlihat bahwa ion Na+ dan NO3 - tak merigalami perubahan. Ion Na+ dan NO3 - yang sama tetap
Reaksi asam basa (reaksi penetralan).
    Pengertian Reaksi Asam Basa (Reaksi Penetralan) didalam Ilmu Kimia adalah suatu Reaksi Kimia yang melibatkan Reagen (Zat atau Senyawa Kimia) Asam dan Reagen Basa yang dapat menghasilkan Garam dan Air. Reagen Asam yang dipakai dapat berupa Asam Lemah ataupun Asam Kuat, begitu pula dengan Reagen Basa yang dipakai bisa berupa Basa Lemah ataupun Basa Kuat.
     Sebagai Contoh bila Asam Kuat direaksikan dg Basa Kuat maka akan menghasilkan suatu Garam Netral dengan pH sama dengan 7 dan jika Asam Kuat direaksikan dengan Basa Lemah maka akan menghasilkan suatu Garam dengan Sifat Asam. Namun jika Asam Lemah direaksikan dengan Basa Kuat maka akan menghasilkan Garam dengan Sifat Basa, apabila Asam Lemah direaksikan dengan Basa Lemah maka akan menghasilkan suatu Garam dengan Sifat tergantung kepada Nilai ka ataupun kb didalamnya.
1. Reaksi Asam Basa Antara Asam dengan Basa


   Didalam Larutan Netralisasi akan terjadi peristiwa antara Asam Kuat dengan Basa Kuat yang mampu menghasilkan persamaan Reaksi Ion dan Persamaan Molekuler dari Reaksi Penetralan (Reaksi Asam dan Basa) Antara Basa Asam dengan Basa tersebut pada umumnya akan menghasilkan Air dan Garam.
ASAM + BASA → GARAM + AIR
Contoh Reaksi Asam dan Basa Antara Asam dengan Basa seperti ini, jika suatu Reaksi antara Larutan Asam Klorida dengan Larutan Natrium Hidroksida maka akan menghasilkan Larutan Garam Natrium Klorida dan Air.
2. Reaksi Antara Oksida Asam dengan Basa
Pengertian Oksida Asam didalam Ilmu Kimia ialah Oksida Non Logam yang saat dilarutkan ke dlm Air maka akan membentuk Asam dan melepaskan Ion H+. Reaksi Antara Oksida Asam dengan Basa ini akan membentuk Garam dan Air.
OKSIDA ASAM + BASA → GARAM + AIR
3. Reaksi Antara Asam dengan Oksida Basa
Pengertian Oksida Basa didalam ilmu Kimia ialah suatu Oksida Logam yang saat dilarutkan didalam Air maka akan membentuk Basa dan akan melepaskan Ion H-. Reaksi Antara Asam dengan Oksida Basa tersebut akan membentuk Suatu Garam dan Air seperti dibawah ini :
ASAM + OKSIDA BASA → GARAM + AIR
4. Reaksi Asam Basa Antara Asam dengan Amonia
Pengertian Amonia didalam ilmu Kimia ialah Basa Lemah yang saat dilarutkan didalam Air maka terbentuk NH4OH dan Reaksi Antara Asam dengan Amonia ini akan menghasilkan Garam Amonium dengan Reaksi seperti dibawah ini :
ASAM + NH3 → GARAM AMONIUM
5. Reaksi Antara Oksida Asam dengan Oksida Basa
Jika Reaksi Antara Oksida Asam dengan Oksida basa maka akan terbentuk Garam dengan Reaksi seperti dibawah ini :
OKSIDA ASAM + OKSIDA BASA → GARAM
Contoh Soal Reaksi Antara Oksida Asam dengan Oksida Basa jika Soalnya seperti berikut ini : tuliskan Persamaan Molekul, Persamaan Ion Lengkap dan Persamaan Ion Bersih jika Reaksi Kalsium Oksida padat direaksikan dengan Gas Belerang Oksida.
Reaksi asam basa atau reaksi penetralan adalah reaksi yang terjadi antara asam (H+) dan basa (OH-) menghasilkan H2O yang bersifat netral.

Reaksi Metatesis (Pertukaran Pasangan)
      Reaksi metatesis adalah reaksi pertukaran ion dari dua buah elektrolit pembentuk garam, terdapat tiga jenis reaksi penggaraman yang mungkin yaitu; garam LA dengan garam BX, garam BX dengan asam HA dan garam LA dengan basa BOH.
     Reaksi metatesis disebut juga reaksi perpindahan rangkap menyangkut suatu larutan dan pertukaran dari kation dan anionnya. adapun pendukung dalam rekasi metatesis adalah berupa terbentuknya endapan, gas dan eletrolit lemah. tak hanya endapan garam bila larutan-larutan pereaksi dicampurkan tergantung dari konsentrasi ion yang membentuk garam tersebut. Reaksi metatesis bercirikan adanya pertukaran dari bagian molekul diantara dua reaktan.
    Bila konsentrasi ion cukup banyak untuk membentuk campuran reaksi menjadi jenuh terhadap kelarutan garam tersebut maka akan terbentuk endapan. Reaksi metatesis dapat terjadi jika salah satu hasil reaksi berupa endapan atau gas, dengan kata lain salah satu hasil reaksi memiliki kelarutan yang rendah didalam air.
   Reaksi ini secara umum dapat dituliskan sebagai berikut:
    AB + CD   AD + CB
    Pada reaksi ini setidaknya satu produk reaksi akan membentuk endapan, gas, atau elektrolit lemah. Gas dapat berasal dari peruraian zat hipotetis (asam dan basa hipotetis terurai menjadi gas dan air) yang bersifat tidak stabil seperti berikut ini:
H2CO3 --> CO2 (g) + H2O (l)
H2SO3 --> SO2 (g) + H2O (l)
NH4OH --> NH3 (g) + H2O (l)
 
  Reaksi metatesis (pertukaran pasangan) dapat terjadi jika AD dan CB memenuhi paling tidak satu kriteria berikut:
1.       Sukar larut dalam air (mengendap)
2.       Senyawa tidak stabil
3.      Sifat elektrolitnya lebih lemah daripada AB dan CD.
Reaksi Metatesis terdiri dari:
1.    Reaksi Pengendapan yaitu suatu proses reaksi yang membentuk endapan.
Seperti pada contoh :
Reaksi antara timbal (II) nitrat dan kalium iodida
 Reaksi ini menghasilkan endapan berwarna kuning timbal (II) iodida dan larutan kalium  
 nitrat.
Garam LA + garam BX → garam LX + garam BA
NaCl + AgNO3 → AgCl(s) + NaNO3
Reaksi ini menghasilkan endapan berwarna putih untuk senyawa AgCl, dalam reaksi dituliskan tanda (s) berarti solid.
2AgNO3(aq) + Na2CrO4(aq)   →    Ag2CrO4(s) + 2NaNO3(aq)
(reaksi metatesis / reaksi pengendapan)
Pada reaksi antara AgNO3 dan Na2CrO4 terjadi pertukaran pasangan, Ag+ bergabung dengan CrO42-  dan Na+  bergabung dengan NO3- , karena itu reaksi ini disebut reaksi metatesis. Di sisi lain gabungan Ag+ dengan CrO42 membentuk endapan merah Ag2CrO4, sehingga reaksi ini juga disebut reaksi pengendapan.
2.    Reaksi Netralisasi merupakan reaksi antara asam dan basa yang menghasilkan garam dan air.
Sebagai contoh :
 Garam LA + basa BOH → Garam BA + LOH.
NH4Cl + KOH → KCl + NH4OH
Reaksi ini berlanjut dengan menguraikan senyawa NH4OH
NH4OH ⇄ H2O + NH3 (g)
3.    Reaksi Pembentukan Gas adalah reaksi kimia yang pada produknya dihasilkan gas misalnya :
Ø  pada proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme, yaitu ragi. Pada pembuatan roti, ragi yang ditambahkan pada adonan akan menyebabkan adonan roti mengembang. Karena terbentuknya gas karbon dioksida ketika soda kue (NaHCO3) ditambahkan ke adonan dan proses pemanggangan mengakibatkan sel ragi mati, maka proses fermentasi berhenti.
Ø  logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk besi (II) klorida (FeCl2) dan gas hidrogen (H2).
Sebagai contoh :
Garam BX + asam HA → Garam BA + Asam HX
FeS + 2 HCl → FeCl2 + H2S(g)
Hasil reaksi berupa gas H2S yang dapat lepas keluar dari tempat berlangsungnya reaksi.


Reaksi metatesis dalam beberapa medium, yaitu sebagai berikut :
1.      Reaksi metatesis dalam medium amonia
Hasil reaksi ini identik hasil reaksi antara dua ion yan menghasilkan senyawa dala bentuk presipitan dengan hasil kelarutan yang rendah.
Sebagai contoh :
  NaCl + KI KCl + NaI
  2NH4I + Zn(NO3)2 ZnI2 + 2NH4NO3
  2NH4Br + Sr(NO3)2 SrBr2 + 2NH4NO3
  (NH4)2S + 2AgNO3 Ag2S + 2NH4NO3
2.      reaksi metatesis dalam medium asam fluorida
Ion sulfat dan periodat relatif stabil dalam medium hidrogen flurida akan mmbentuk suatu presipitan garam-garam logam apabila ditambahkan narium, kalium, atau periodat ke dalam larutan flourida logam :
  KIO4 + AgF Ag  IO4 + KF
 Na2SO4 + NiF2 NiSO4 + 2NaF
  NaClO4 + TlF TlCl  O4 + NaF
3.      reaksi metatesis dalam medium asam asetat
Kemampuan yang tinggi dari asam asetat dalam melarutkan kebanyakan garam, memungkankan zat tersebut untuk mengalami reaksi metatesis. Beberapa bentuk reaksi metatesis dalam medium asam asetat dapat dilihat pada reaksi berikut:
 2AgNO3 + ZnI2 2AgI + Zn(NO3)2
Presipitan
 BaI2 + 2NaNO3 Ba(NO3)2 + 2NaI
presipitan

4.      reaksi metatesis dalam medium asam sianida
Memngingat bahwa beberapa garam ionik memiliki kelarutan yang terbatas, maka tidak semua garam ionik dapat mengalami reaksi metatesis. Beberapa contoh reaksi metatesis dalam medium asam sianida sebagai berikut:
  2NaCl + K2SO4 2KCl +   Na2SO4
  Agl + NaCl Nal + AgCl
5.      reaksi metatesis dalam medium asam sulfida
Beberapa contoh reaksi metatesis medium asam sulfida adalah sebagai berikut:
 SnCl4 + 4(Et3NH+HS-) SnS2 +  (Et3NH)+Cl- +  2H2S
 Hg2Cl + 2(Et3NH+HS-) Hg2(HS)2 +   2(Et3NH)+Cl-












BABIII
PENUTUP
         KESIMPULAN          
1. Salah satu pelarut yang paling penting bagi reaksi kimia adalah air. Air adalah suatu zat yang umum tapi merupakan pelarut yang baik untuk bermacam zat kimia baik yang berbentuk ion atau molekul.Air merupakan pelarut sangat efektif untuk senyawa- senyawa ionik pelarut polar(memiliki ujung positif H dan ujung negatif O) .Ciri – ciri reaksi kimia dalam larutan air:perubahan warna Pada reaksi kimia, perubahan suhu Pada reaksi kimia , pembentukan endapan, pembentukan gas
2. Banyak istilah yang dipakai pada pembicaraan mengenai larutan antara lain istilah pelarut (solven) dan zat terlarut (solut). Solven : zat yang berada pada larutan dalam jumlah yang besar, sedangkan zat lainnya dianggap sebagai solut.lstilah lain adalah pekat dan encer. larutanan pekat mengandung relatif lebih banyak solut dibanding solven se¬dangkan larutan encer mengandung relatif lebih sedikit solut dibanding solvennya. Suatu larutan yang mengandung sejumlah solut yang larut clan mengadakan kesetimbangan dengan solut padatnya disebut larutan jenuh Bila suatu larutan mengandung solut kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh, dikatakan larutan tidakjenuh
3. Larutan Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan tersebut menjadi konduktor elektrik atau dapat mengantarkan listrik.jenis-jenis larutan elektrolit : larutan elektrolit kuat  larutan elektrolit lemah, larutan non elektrolit
4. reaksi-reaksi kimia ada yang melibatkan elektrolit-elek¬trolit yang dilarutkan dalam air. Umumnya, reaksi-reaksi ini terjadi antara ion-ion yang ada dalam larutan, sebab itu dapat disebut reaksi ¬reaksi ion. Contoh yang khas adalah reaksi yang tejadi bila larutan natrium klorida dan perak nitrat dicampur.
5. Reaksi Asam Basa (Reaksi Penetralan) didalam Ilmu Kimia adalah suatu Reaksi Kimia yang melibatkan Reagen (Zat atau Senyawa Kimia) Asam dan Reagen Basa yang dapat menghasilkan Garam dan Air. Reagen Asam yang dipakai dapat berupa Asam Lemah ataupun Asam Kuat, begitu pula dengan Reagen Basa yang dipakai bisa berupa Basa Lemah ataupun Basa Kuat.
6. Reaksi metatesis adalah reaksi pertukaran ion dari dua buah elektrolit pembentuk garam, terdapat tiga jenis reaksi penggaraman yang mungkin yaitu; garam LA dengan garam BX, garam BX dengan asam HA dan garam LA dengan basa BOH.




DAFTAR PUSTAKA
http://teorikuliah.blogspot.co.id/2009/08/reaksi-kimia-dalam-larutan-air.html
http://www.pelajaran.co.id/2017/17/pengertian-ciri-ciri-dan-contoh-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit-terlengkap.html
http://www.gurupendidikan.co.id/larutan-elektrolit-pengertian-ciri-dan-jenis-beserta-contohnya-secara-lengkap/
https://ordinaryyuna.wordpress.com/chemistry-x/elektrolit-dan-non-elektrolit/
https://id.wikipedia.org/wiki/Elektrolit









Komentar