Herliana (A1C217036) review kimia dasar pertemuan 9
REVIEW KIMIA DASAR
Pertemuan 9
NAMA : HERLIANA
NIM : A1C217036
DOSEN PENGAMPU : Dr.YUSNELTI,M.Si.
Program studi pendidikan matematika jurusan pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan alam fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
universitas jambi
2017
BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Dalam Hukum Pertama Termodinamika, dinyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Pernyataan ini dikenal juga dengan sebutan Hukum Kekekalan Energi. Energi hanya dapat berubah dari suatu bentuk ke bentuk yang lain. Dalam mempelajari perubahan energy, dikenal sistem dan lingkungan. Sistem adalah bagian dari alam semesta yang menjadi pusat perhatian. Lingkungan adalah bagian dari alam semesta diluar system yang berinteraksi dengan sistem.
Reaksi-reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan energy. Reaksi kimia atau zat-zat yang bereaksi merupakan sistem. Tebung, wadah, atau reactor tempat berlangsungnya reaksi , dan segala yang ada disekitanya merupakan lingkungan. Ada reaksi yang melepaskan energy ke lingkungan. Ada pula yang sebaliknya, reaksi yang menyerap energy dari lingkungan. Pada sebagian besar reaksi kimia, energy yang dilepas atau energy yang diserap itu berupa panas atau kalor. Oleh karena itu, ilmu kimia yang membahas khusus masalah ini disebut termokimia.
Reaksi yang melepaskan panas atau kalor dari sistem ke lingkungan disebut reaksi eksoterm. Sebaliknya, reaksi yang menyerap panas atau kalor dari lingkungan ke sistem disebut reaksi endoterm.
Tujuan pendidikan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui energi dan perpindahan energi
2. Untuk mengetahui energi dan perpindahan energi
3. Untuk mengetahui perubahan energi dalam reaksi kimia
4. Untuk mengetahui pengukuran energi dalam reaksi kimia
5. Untuk mengetahui panas reaksi dan termokimia
6. Untuk mengetahui hukum hess mengenai jumlah panas
7. Untuk mengetahui keadaan standar
BAB II
PEMBAHASAN
Energi dan perubahan energi
Pengertian energi
Pada saat berlari lama-kelamaan tubuh kita akan merasa lemas karena kehabisan energi. Untuk dapat berlari kembali dengan baik maka kita memerlukan energi dan stamina yang baik, hal yang bisa kita lakukan adalah dengan beristirahat atau dengan makan. Sama seperti mobil-mobilan yang mengunakan baterai bekas (soak) jalannya pasti lambat atau tidak normal. Setelah baterainya diganti dengan baterai yang baru atau baterai yang soak tadi diisi (dicarge) maka jalan mobil tadi akan dapat berjalan dengan normal kembali. Mobil-mobilan yang memakai baterai baru (energi masih penuh) akan dapat melakukan usaha yanga lebih besar dibandingkan dengan mobil-mobilan yang memakai baterai bekas.
Dari kedua contoh di atas dapat dikatakan bahwa suatu benda akan dapat melakukan suatu usaha atau pekerjaan jika memiliki cukup energi untuk dapat melakukan suatu usaha yang ingin dilakukan.
Dari ilustrasi di atas dapat diketahui pengertian dari energi yaitu sesuatu yang dapat menyebabkan benda dapat melakukan suatu pekerjaan atau energi merupakan sesuatu yang dapat menimbulkan usaha. Energi juga dapat dikatakan sesuatu usaha yang masih tersimpan. Dari pengertian itu karena energi merupakan suatu usaha yang masih tersimpan maka satuan energi menurut Satuan Internasional (SI) adalah joule. Satuan energi yang lain yaitu kalori dan kWh, kalori dipergunakan untuk menyatakan satuan energi kimia, sedangkan kWh dipergunakan untuk menyatakan energi listrik.
Bentuk-bentuk energi
Energi yang paling besar adalah energi matahari. Energi panas dari sinar matahari memiliki banyak manfaat bagi kehidupan di muka bumi ini. Manfaat energi matahari dapat dirasakan oleh manusia yaitu dapat dimanfaatkan untuk mengeringkan pakaian, untuk menghangatkan ruangan, sebagai penghangat tubuh, untuk mengeringkan hasil pertanian seperti padi, kopi, cengkeh, untuk pembengkit tenaga listrik. Selain dapat bermanfaat bagi manusia energi matahari juga bermanfaat bagi tumbuhan yang memiliki klorofil untuk dapat melakukan proses pembuatanan makanan atau proses fotosintesis.
Selain energi matahari yang merupakan energi yang paling besar secara umum energi dapat dibagi menjadi beberapa macam bentuk energi yaitu:
1. Energi kimia
Energi kimia adalah suatu energi yang tersimpan di dalam persenyawaan kimia yang berbentuk ikatan antara atom yang satu dengan atom yang lainnya. Energi kimia adalah suatu energi yang dihasilkan dalam suatu proses kimia. Besarnya energi yang dihasilkan tergantung dari jenis dan jumlah pereaksi dalam suatu reaksi kimia. Alat-alat yang dapat menghasilkan energi dari reaksi kimia misalnya aki dan beterai.
2. Energi listrik
Energi listrik merupakan salah satu bentuk energi yang paling banyak digunakan. Energi ini dipindahkan dalam bentuk aliran muatan listrik melalui kawat logam konduktor yang disebut arus listrik. Energi listrik dapat diubah menjadi bentuk energi yang lain seperti energi gerak, energi cahaya, energi panas, atau energi bunyi.
3. Energi panas
Energi panas atau energi kalor merupakan suatu energi yang bersumber dari matahari, dimana matahari merupakan sumber energi panas yang paling besar. Sinar matahari yang memberikan panas yang sesuai sangat bermanfaat bagi makhluk hidup yang ada di muka bumi.
4. Energi bunyi
Energi bunyi merupakan energi yang dihasilkan oleh bunyi atau suara, yaitu benda yang bergetar. Contohnya bunyi gitar, bunyi bom, bunyi halilintar, dan bunyi petasan.
5. Energi nuklir
Energi nuklir adalah suatu energi yang terkandung dalam inti atom dari unsur-unsur nuklir. Energi nuklir akan keluar bila suatu inti atom berubah menjadi inti lain. Besarnya energi nuklir yang dihasilkan tergantung pada jumlah dan jenis inti.contohnya ledakan yang terjadi pada bom atom.
6. Energi mekanik
Energi mekanik merupakan energi yang disebabkan karena adanya suatu usaha yang berhubungan dengan gerakan yang terjadi pada benda. Energi mekanik terdiri atas 2 buah energi yaitu energi potensial dan energi kinetik.
Perubahan yang terjadi pada energi
Perubahan energi adalah perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Ada berbagai bentuk energi seperti listrik, termal, nuklir, mekanik, elektromagnetik, suara, dan kimia.
Suatu energi manfaatnya baru akan dapat terlihat apabila energi tersebut mengalami suatu perubahan bentuk dari energi satu ke dalam energi yang lainya. Seperti yang kita ketahui bahwa energi memiliki suatu hukum yang sering disebut dengan hukum kekekalan energi. Bunyi dari hukum kekekalan energi adalah energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi energi dapat berubah bentuk dari bentuk yang satu ke bentuk yang lainnya.
Dari hukum kekekalan energi di atas apabila energi dapat dirubah ke dalam bentuk energi lainnya maka energi tersebut akan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan energi yang paling banyak bisa dimanfaatkan adalah perubahan dari energi listrik dirubah ke dalam bentuk energi yang lainnya.
Contoh perubahan energi itu antara lain:
1. Perubahan dari energi listrik menjadi energi panas misalnya setrika listrik dan solder listrik
2. Perubahan dari energi listik menjadi energi menjadi energi suara misalnya radio dan tape.
3. Perubahan dari energi listrik menjadi energi menjadi energi cahaya misalnya lampu.
4. Perubahan dari energi listik menjadi energi cahaya (gambar) dan suara misalnya pada tv
5. Perubahan dari energi listik menjadi energi menjadi energi gerak misalnya terdapat pada kipas angin. 6. Perubahan dari energi listik menjadi energi menjadi energi panas adalah pada pengering rambut (hair dryer) dan penanak nasi (rice cooker).
7. Perubahan dari energi kimia menjadi energi listrik misalnya pada aki dan baterai.
8. Perubahan dari energi cahaya menjadi energi kimia misalnya pada saat proses fotosintesis.
9. Perubahan dari energi gerak menjadi energi listrik misalnya terdapat pada dynamo sepeda.
10. Perubahan dari energi potensial menjadi energi listrik terjadi pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Energi dan perpindahan energi
Perpindahan energi merupakan salah satu fenomena yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kita ketahui, bahwa energi sebenarnya tak bisa diciptakan serta tak dapat dimusnahkan.
Energi sendiri memiliki berbagai macam bentuk, saat kita berjalan ataupun berlari maka kita memiliki energi gerak atau kinetik. Sementara saat kita mengkonsumsi makanan, lalu makanan tersebut di proses dalam tubuh dan energi yang berperan adalah energi kimia.Setelah dikonsumsi maka makanan tersebut akan dikonversi menjadi energi gerak sehingga membuat kita bisa beraktivitas. Dalam kasus makanan inilah, terjadi perpindahan energi dari energi kimia menjadi energi kinetik.
Contoh lainnya adalah ketika sebuah benda atau buah yang jatuh dari pohon. Saat buah berada di pohon, maka buah itu menyimpan energi potensial di dalamnya dengan ketinggian tertentu. Sedangkan saat jatuh maka benda tersebut mempunyai energi kinetik dan mengalami pengurangan energi potensial.Dalam kasus buah yang jatuh tersebut terjadi perpindahan energi dari energi potensial menjadi energi kinetik. Dimana kedua bentuk energi ini termasuk ke dalam energi mekanik. Dengan demikian, kita bisa menyimpulkan bahwa energi potensial merupakan energi yang tersimpan pada sebuah benda karena kedudukannya atau posisinya. Sedangkan energi kinetik sendiri merupakan energi yang terdapat pada sebuah benda yang bergerak.
ENERGI PANAS, ENERGI BUNYI DAN ENERGI LISTRIK
A. Energi Panas
Sumber-sumber panas yaitu :
1. Matahari adalah sumber energy yang paling utama yang terdapat di bumi
2. Api yang dapat dimanfaat untuk menjalankan mesin,memasak dan membakar sampah.
3. Batubara
4. Panas bumi yang terdapat di daerah gunung berapi
5. Minyak bumi dan gas
6. Gesekan suatu benda
Energi panas dapat berpindah tempat. Ada tiga cara perpindahan panas yaitu :
1 Konveksi : Perpindahan panas karena perbedaan suhu yang disertai dengan perpindahan partikel-partikel pembawa panas.
2 Konduksi : Perpindahan panas tanpa disertai partikel-partikel zat
3 Radiasi : Perpindahan panas tanpa harus mengunakan zat perantara
B. Energi Bunyi
Sumber bunyi berasal dari benda yang dapat menghasilkan bunyi.
Istilah penting dalam bunyi :
1 Frekuensi, yaitu banyaknya getaran bunyi yang terjadi setiap detik.
Satuan Frekuensi adalah Hertz (Hz)
2 Amplitudo yaitu simpangan getar terjauh dari kedudukan seimbang.
Satuan Amplitudo adalah Desibel (db)
Rambatan Bunyi
Bunyi merambat melalui zat padat,cair dan gas.
Bunyi merambat lebih cepat di air daripada di udara
Kecepatan rambat bunyi lebih besar pada cat padat daripada zat cair
Jenis-Jenis bunyi berdasarkan besar Frekuensi
Frekuensi (jumlah getaran/detik) bunyi dapat dibagi dalam tiga macam yaitu :
a. Infrasonik :Bunyi yang memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz. Hanya bisa didengar oleh Lumba-lumba,Jangkrik dan Anjing b. Audiosonik:Bunyi yang mempunyai Frekuensi 20 Hz – 20.000 Hz. Bunyi ini bisa di dengar Manusia.
c. Ultrasonik:Bunyi yang mempunyai frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Kelelawar dapat mendengar bunyi ini.
Pemantulan Bunyi.
Pemantulan Bunyi dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :
• Bunyi Pantul.Tandanya adalah bunyinya terdengar lebih keras dari bunyi Asli. Contoh : jika berteriak di ruangan kosong dan tertutup.
• Gaung (Kerdam)Gaung atau Kerdam terjadi jika jarak antara sumber bunyi dan dinding pemantul cukup jauh.Contoh : Di dalam gedung bioskop.
• GemaTerjadi jika antara sumber bunyi dan dinding pemantul sangat jauh. Contoh : Bunyi yang terjadi di Bukit-bukit, lembah-lembah dan gua-gua.
C. Energi Listrik
Salah satu bentuk energy yang menghasilkan sumber listrik adalah Listrik
1. Sumber-sumber Energi Listrik
a. Generator digunakan sebagai tenaga pengerak pada pembangkit listrik. Contohnya :
PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)
PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap)
PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Matahari)
Geotermal (Pusat listrik tenaga panas bumi)
b. Aki (Accu) terdiri dari bahan-bahan seperti lempengan timbal, larutan asam sulfat pekat.
c. Batu Baterai . Bahan-bahannya terdiri dari : Logam, Batang arang (karbon), campuran serbuk mangan dan pasta salmiak, seng, pembungkus
d. Dinamo Sepeda. Bahan-bahannya antara lain : magnet U dan kumparan.
2. Rangkaian Listrik adalah rangkaian yang sambung menyambung ke beberapa alat listrik. Ada beberapa jenis rangkaian listrik yakni :
a. Rangkaian Terbuka dan Rangkaian Tertutup.
b. Rangkaian Seri dan Rangkaian Pararel
Perubahan energi dalam reaksi kimia
Perubahan energi yang terjadi selama reaksi kimia sebagai hubungan massa kita bahas pada bagian berikutnya. Sebagai contoh, reaksi pembakaran yang melibatkan bahan bakar seperti gas alam dan minyak bumi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Energi panas (kalor) dilepaskan ketika menghasilkan produk air dan karbon dioksida.
Seringkali perubahan energi yang berlangsung selama reaksi kimia memiliki sisi praktis yang sama seperti hubungan massa yang dibahas pada Stoikiometri. Sebagai contoh, reaksi pembakaran, yang melibatkan bahan bakar seperti gas alam dan minyak bumi dilakukan sehari-hari lebih untuk memanfaatkan energi termal yang dihasilkannya daripada untuk memanfaatkan jumlah produknya, yaitu air dan karbon dioksida.
Hampir semua reaksi kimia menyerap atau menghasilkan (melepaskan) energi. Umumnya dalam bentuk kalor. Penting bagi kita untuk memahami perbedaan antara energi termal dan kalor. Kalor (heat) adalah perpindahan energi termal antara dua benda yang suhunya berbeda. Kita sering mengatakan “aliran kalor” dari benda panas ke benda dingin. Walaupun “kalor” itu sendiri mengandung arti perpindahan energi, kita biasanya menyebut “kalor diserap” atau “kalor dibebaskan” ketika menggambarkan perubahan energi yang terjadi selama proses tersebut. Ilmu yang mempelajari perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia disebut termokimia (termochemistry).
Untuk menganalisis perubahan energi yang berkaitan dengan reaksi kimia kita pertama-tama harus mendefinisikan sistem (system); atau bagian tertentu dari atom yang menjadi perhatian kita. Untuk kimiawan, sistem biasanya mencakup zat-zat yang terlibat dalam perubahan kimia dan fisika. Sebagai contoh, dalam suatu percobaan penetralan asam-basa, sistem dapat berupa gelas kimia yang mengandung 50 mL HCl yang kedalamnya ditambahkan 50 mL larutan NaOH. Sisa alam yang berada di luar sistem disebut lingkungan (surrounding).
Terdapat tiga jenis sistem. Sistem terbuka (open system) dapat mempertukarkan massa dan energi (biasanya dalam bentuk kalor) dengan lingkungannya. Sebagai contoh, sistem terbuka dapat terdiri dari sejumlah air dalam wadah terbuka, seperti ditunjukkan dalam Gambar 6.1a. Jika kita tutup botol itu, seperti dalam gambar 6.1b, sedemikian rupa sehingga tidak ada uap air yang dapat lepas dari atau mengembun ke wadah, maka kita menciptakan sistem tertutup (closed system) yang memungkinkan perpindahan energi (kalor) tetapi bukan massanya. Dengan menempatkan air dalam wadah yang disekat seluruhnya, maka kita membuat sistem terisolasi (isolated system), yang tidak memungkinkan perpindahan massa maupun energi, seperti ditunjukan pada Gambar 6.1c.
Pembakaran gas hydrogen (H2) dalam oksigen adalah salah satu dari banyak reaksi kimia yang sudah dikenal yang melepaskan sejumlah energi yang cukup besar.
Pada kasus ini kita menyebut campuran reaksi (hidrogen, oksigen, dan air) sebagai sistem dan alam sisanya sebagai lingkungan. Karena energi tidak dapat diciptakan atau tidak dapat dimusnahkan, setiap energi yang hilang dari sistem harus diterima oleh lingkungannya. Jadi kalor yang dihasilkan oleh proses pembakaran dipindahkan dari sistem ke lingkungannya. Setiap proses yang melepaskan kalor (yaitu, perpindahan energi termal ke lingkungan) disebut proses eksotermik (exothermic process) (ekso- adalah awalan yang berarti “ke luar”). Gambar 6.3a menunjukan perubahan energi pada pembakaran gas hidrogen.
Sekarang perhatikan reaksi lain, penguraian merkuri(II) oksida (HgO) pada suhu tinggi. Berikut reaksinya: Energi + 2HgO(s) → 2Hg(l) + O2(g)
Ini merupakan contoh proses endotermik (endothermic process) (endo- adalah awalan yang berarti “ke dalam”), dimana kalor harus disalurkan ke sistem (yaitu, HgO) oleh lingkungan (Gambar 6.3b).
Dari Gambar 6.3 Anda dapat melihat bahwa dalam reaksi eksotermik energi total produk lebih kecil daripada energi total reaktan. Perbedaan dalam energi tersebut adalah kalor yang disalurkan oleh sistem ke lingkungan. Yang sebaliknya terjadi pada reaksi endotermik. Disni, perbedaan antara energi produk dan reaktan sama dengan kalor yang disalurkan ke sistem oleh lingkungan.
Pengukuran energi dalam reaksi kimia
Pengukuran energi dalam reaksi kimia adalah Termokimia. Hal ini didasarkan pada pengertian umum Termokimia yaitu ilmu yang mempelajari perubahan reaksi kimia dengan mengamati energi nya atau panas nya.
Contoh dari Termokimia antara lain adalah Reaksi Pembakaran suatu senyawa Hidrokarbon , atapun cara kerja Kalorimeter Bom.
Satuan internasional standar untuk energi yaitu Joule (J) diturunkan dari energi kinetik. Satu joule = 1 kgm2/s2. Setara dengan jumlah energi yang dipunyai suatu benda dengan massa 2 kg dan kecepatan 1 m/detik (bila dalam satuan Inggris, benda dengan massa 4,4 lb dan kecepatan 197 ft/menit atau 2,2 mile/jam).
1 J = 1 kg m2/s2
Satuan energi yang lebih kecil yang dipakai dalam fisika disebut erg yang harganya = 1×10-7 J. Dalam mengacu pada energi yang terlibat dalam reaksi antara pereaksi dengan ukuran molekul biasanya digantikan satuan yang lebih besar yaitu kilojoule (kJ). Satu kilojoule = 1000 joule (1 kJ = 1000J).
Semua bentuk energi dapat diubah keseluruhannya ke panas dan bila seorang ahli kimia mengukur energi, biasanya dalam bentuk kalor. Cara yang biasa digunakan untuk menyatakan panas disebut kalori (singkatan kal). Definisinya berasal dari pengaruh panas pada suhu benda. Mula-mula kalori didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 gram air dengan suhu asal 150C sebesar 10C. Kilokalori (kkal) seperti juga kilojoule merupakan satuan yang lebih sesuai untuk menyatakan perubahan energi dalam reaksi kimia. Satuan kilokalori juga digunakan untuk menyatakan energi yang terdapat dalam makanan.
Dengan diterimanya SI, sekarang juga joule (atau kilojoule) lebih disukai dan kalori didefinisi ulang dalam satuan SI. Sekarang kalori dan kilokalori didefinisikan secara eksak sebagai berikut :
1 kal = 4,184 J
1 kkal = 4,184 kJ
Panas reaksi dan termokimia
Panas reaksi dapat dinyatakan sebagai perubahan energi, produk, dan reaktan pada volume konstan (∆E) atau pada tekanan konstan (∆H). Panas reaksi dapat dinyatakan dengan kalorimeter. Harga ∆E diperoleh apabila reaksi dilakukan dengan kalorimeter bom, yaitu pada volume konstan dan ∆H adalah panas reaksi yang diukur pada tekanan konstan, dalam gelas piala atau labu ukur yang diisolasi. Karena proses diperinci dengan baik maka panas yang dilepaskan hanyalah fungsi-fungsi keadaan yaitu Qp = ∆H atau Qv = ∆E. Besaran ini dapat diukur oleh persamaan : (Dogra dan Dogra, 1990)
Q = ΔE atau ΔH = T1 T2 Δ Ci (produk, kalorimeter) dT ...(2)
Dimana Ci dapat berupa Cv untuk pengukuran E dan Cp untuk H. Dalam banyak
percobaan, Ci untuk kalorimeter dijaga tetap konstan.
Panas reaksi dapat dibedakan menjadi: (Bird, 1993)
1 Panas pembentukan
Entalpi pembentukan molar standar (∆Hf) suatu senyawa adalaha banyaknya panas yang diserap atau dilepaskan kerika 1 mol senyawa tersebut dibentuk unsur-unsurnya dalam keadaaan standar.
2 Panas pembakaran
Panas pembakaran suatu unsur atau senyawa adalah banyaknya panas yang dilepaskan ketika 1 mol unsur atau senyawa tersebut terbakar sempurna dalam oksigen.
3 Panas netralisasi
Panas netralisasi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dilepas ketika 1 mol air terbentuk akibat reaksi netralisasi asam oleh basa atau sebaliknya. Panas netralisasi terjadi dalam larutan asam kuat dan basa kuat dengan sedikit air ternyata berharga konstan. Hal ini disebabkan karena asam kuat dan basa kuat akan mudah terdissosiasi sempurna dalam bentuk ion di dalam larutan.
4 Panas pelarutan
Jenis panas reaksi yang lain adala panas yang dilepas atau diserap ketika 1mol senyawa dilarutkan dalam pelarut berlebih yaiyu sampai suatu keadaan dimana pada penambahan pelarut selanjutnya tidak ada panas yang diserap atau dilepaskan lagi. Panas pelaruta ada 2 macam yaitu panas pelarutan integral dan panas pelarutan differensial. Besarnya panas pelarutan bergantung pada jumlah mol pelarut dan zat terlarut.
5 Panas pengenceran
Panas pengenceran adalah banyaknya panas yang dilepaskan atau diserap ketika suatu zat atau larutan diencerkan dalam batas konsentrasi tertentu.
Termokimia
Termokimia adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara energi panas dan energi kimia. Sedangkan energi kimia didefinisikan sebagai energi yang dikandung setiap unsur atau senyawa. Energi kimia yang terkandung dalam suatu zat adalah semacam energi potensial zat tersebut. Energi potensial kimia yang terkandung dalam suatu zat disebut panas dalam atau entalpi dan dinyatakan dengan simbol H. Selisih antara entalpi reaktan dan entalpi hasil pada suatu reaksi disebut perubahan entalpi reaksi. Perubahan entalpi reaksi diberi simbol ΔH.
Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatu zat yang menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika disebut termokimia. Secara operasional termokimia berkaitan dengan pengukuran dan pernafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan, dan pembentukan larutan.
Termokimia merupakan pengetahuan dasar yang perlu diberikan atau yang dapat diperoleh dari reaksi-reaksi kimia, tetapi juga perlu sebagai pengetahuan dasar untuk pengkajian teori ikatan kimia dan struktur kimia. Fokus bahasan dalam termokimia adalah tentang jumlah kalor yang dapat dihasilkan oleh sejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor reaksi.
Termokimia merupakan penerapan hukum pertama termodinamika terhadap peristiwa kimia yang membahas tentang kalor yang menyertai reaksi kimia.
Kalor Reaksi
Perubahan energi dalam reaksi kimia selalu dapat dibuat sebagai panas, sebab itu lebih tepat bila istilahnya disebut panas reaksi. Kebanyakan, reaksi kimia tidaklah tertutup dari dunia luar. Bila temperatur dari campuran reaksi naik dan energi potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan turun, maka disebut sebagai reaksi eksoterm. Namun bila pada pada suatu reaksi temperatur dari campuran turun dan energi potensial dari zat-zat yang ikut dalam reaksi naik, maka disebut sebagai reaksi endoterm.
Ada beberapa macam jenis perubahan pada suatu sistem. Salah satunya adalah sistim terbuka, yaitu ketika massa, panas, dan kerja, dapat berubah-ubah. Ada juga sistim tertutup, dimana tidak ada perubahan massa, tetapi hanya panas dan kerja saja. Sementara, perubahan adiabatis merupakan suatu keadaan dimana sistim diisolasi dari lingkungan sehingga tidak ada panas yang dapat mengalir. Kemudian, ada pula perubahan yang terjadi pada temperature tetap, yang dinamakan perubahan isotermik.
Pada perubahan suhu, ditandai dengan ∆t (t menunjukkan temperatur), dihitung dengan cara mengurangi temperatur akhir dengan temperatur mula-mula.
∆t = takhir – tmula-mula
Demikian juga, perubahan energi potensial;
∆(E.P) = (E.P)akhir – (E.P)mula-mula
Dari definisi ini didapat suatu kesepakatan dalam tanda aljabar untuk perubahan eksoterm dan endoterm. Dalam perubahan eksotermik, energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi, berarti EPakhir lebih rendah dari EPmula-mula. Sehingga harga ∆(E.P) mempunyai harga negatif. Pada reaksi endoterm, terjadi kebalikannya sehingga harga ∆(E.P) adalah positif.
Pada suatu reaksi, reaksi pembentukannya didefinisikan sebagai reaksi yang membentuk senyawa tunggal dari unsur-unsur penyusunnya (contoh: C + ½O2 + 2H2 → CH3OH). Sementara panas pembentukannya didasarkan pada 1 mol senyawa terbentuk. Panas pembentukan standar yaitu 298.15 K (∆H°f298).
Panas standar adalah pada 25°C, seperti contoh reaksi
• 4HCl(g) → 2H2(g) + 2Cl2(g) ∆H°298 = (4)(92307)
• 2H2(g) + O2(g) → 2H2O(g) ∆H°298 = (2)(-241818)
Sementara, panas reaksi pada temperatur tidak standar
• DHOT = DH0298 + òT298 D Cp dT
Dapat disimpulkan bahwa kalor reaksi (∆H) adalah kalor yang diserap (diperlukan) atau dilepaskan (dihasilkan) dalam reaksi, disebut juga perubahan entalpi. Pada beberapa reaksi kimia jumlah kalor reaksi dapat diukur melallui suatu percobaan di dalam laboratorium. Pengukuran kalor reaksi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut kalorimeter. Kalorimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang diberikan atau diambil dalam suatu proses tertentu. Sebuah termometer sederhana terdiri dari bejana terisolasi, alat pengaduk, dan termometer.
Hukum hess mengenai jumlah panas
Hukum Hess
Pengukuran perubahan entalpi suatu reaksi kadangkala tidak dapat ditentukan langsung dengan kalorimeter, misalnya penentuan perubahan entalpi pembentukan standar ( DHf o)CO.
Reaksi pembakaran karbon tidak mungkin hanya menghasilkan gas CO saja tanpa disertai terbentuknya gas CO2. Jadi, bila dilakukan pengukuran perubahan entalpi dari reaksi tersebut; yang terukur tidak hanya reaksi pembentukan gas CO saja tetapi juga perubahan entalpi dari reaksi pembentukan gas CO2.
Untuk mengatasi hal tersebut, Henry Hess melakukan serangkaian percobaan dan menyimpulkan bahwa perubahan entalpi suatu reaksi merupakan fungsi keadaan.
Artinya : “ perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal ( zat-zat pereaksi ) dan keadaan akhir ( zat-zat hasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung pada jalannya reaksi.” Pernyataan ini disebut Hukum Hess, rumus yang dapat dipakai yaitu ΔHreaksi = ΔH1 + ΔH2 +….
Menurut hukum Hess, karena entalpi adalah fungsi keadaan, perubahan entalpi dari suatu reaksi kimia adalah sama, walaupun langkah-langkah yang digunakan untuk memperoleh produk berbeda. Dengan kata lain, hanya keadaan awal dan akhir yang berpengaruh terhadap perubahan entalpi, bukan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapainya.
Hal ini menyebabkan perubahan entalpi suatu reaksi dapat dihitung sekalipun tidak dapat diukur secara langsung. Caranya adalah dengan melakukan operasi aritmatika pada beberapa persamaan reaksi yang perubahan entalpinya diketahui. Persamaan-persamaan reaksi tersebut diatur sedemikian rupa sehingga penjumlahan semua persamaan akan menghasilkan reaksi yang kita inginkan. Jika suatu persamaan reaksi dikalikan (atau dibagi) dengan suatu angka, perubahan entalpinya juga harus dikali (dibagi). Jika persamaan itu dibalik, maka tanda perubahan entalpi harus dibalik pula (yaitu menjadi -ΔH). Berdasarkan Hukum Hess, penentuan ∆H dapat dilakukan melalui 3 cara yaitu :
1). Perubahan entalpi (∆H ) suatu reaksi dihitung melalui penjumlahan dari perubahan entalpi beberapa reaksi yang berhubungan.
2). Perubahan entalpi (∆H ) suatu reaksi dihitung berdasarkan selisih entalpi pembentukan (∆Hf o ) antara produk dan reaktan.
3). Perubahan entalpi (∆H ) suatu reaksi dihitung berdasarkan data energi ikatan.
Selain itu, dengan menggunakan hukum Hess, nilai ΔH juga dapat diketahui dengan pengurangan entalpi pembentukan produk-produk dikurangi entalpi pembentukan reaktan.
Konsep dari hukum Hess juga dapat diperluas untuk menghitung perubahan fungsi keadaan lainnya, seperti entropi dan energi bebas. Kedua aplikasi ini amat berguna karena besaran-besaran tersebut sulit atau tidak bisa diukur secara langsung, sehingga perhitungan dengan hukum Hess digunakan sebagai salah satu cara menentukannya.
Untuk perubahan entropi:
• ΔSo = Σ(ΔSfoproduk) - Σ(ΔSforeaktan)
• ΔS = Σ(ΔSoproduk) - Σ(ΔSoreaktan).
Untuk perubahan energi bebas:
• ΔGo = Σ(ΔGfoproduk) - Σ(ΔGforeaktan)
• ΔG = Σ(ΔGoproduk) - Σ(ΔGoreaktan).
Keadaan standar
Dalam kimia dan sains lainnya, istilah temperatur dan tekanan standar (Inggris: standard temperature and pressure, disingkat STP) adalah sebuah keadaan standar yang digunakan dalam pengukuran eksperimen. Standar ini digunakan agar setiap data dalam percobaan yang berbeda-beda dapat dibandingkan. Standar yang paling umum digunakan adalah standar IUPAC dan NIST. Terdapat juga variasi standar lainnya yang ditetapkan oleh organisasi-organisasi lainnya. Standar IUPAC sekarang ini adalah temperatur 0 °C (273,15 K, 32 °F) dan tekanan absolut 100 kPa (14,504 psi)[1], sedangkan standar NIST adalah 20 °C (293,15 K, 68 °F) dan tekanan absolut 101,325 kPa (14,696 psi).
Dalam bidang industri dan komersial, kondisi standar temperatur dan tekanan bisanya perlu disebutkan untuk merujuk pada kondisi referensi standar untuk mengekspresikan volume gas dan cairan dan kuantitas lainnya. Walapun begitu, kebanyakan publikasi teknis hanya menyatakan "kondisi standar" tanpa penjelasan lebih lanjut, sehingga menimbulkan kerancuan dan kesalahan.
Hukum Keadaan Standar
Untuk melakukan pengukuran terhadap volume gas, diperlukan suatu keadaan standar untuk digunakan sebagai titik acuan. Keadaan ini yang juga dikenal sebagai STP (Standart Temperature and Pressure) yaitu keadaan dimana gas mempunyai tekanan sebesar 1 atm (760 mmHg) dan suhu °C (273,15 K).
Satu mol gas ideal, yaitu gas yang memenuhi ketentuan semua hukum-hukum gas akan mempunyai volume sebanyak 22,414 liter pada keadaan standar ini.
1) Keadaan Standar
Adalah suatu keadaan dengan suhu 0oC dan tekanan 1 atm.
Dinyatakan dengan istilah STP (Standard Temperature and Pressure).
Pada keadaan STP, volum molar gas (Vm ) = 22,4 liter/mol
2) Keadaan Kamar
Adalah suatu keadaan dengan suhu 25oC dan tekanan 1 atm.
Dinyatakan dengan istilah RTP (Room Temperature and Pressure).
Pada keadaan RTP, volum molar gas (Vm) = 24 liter/mol
3) Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan yang Diketahui
Digunakan rumus Persamaan Gas Ideal :
PV = nRT
P= tekanan gas (atm); 1 atm = 76 cmHg = 760 mmHg
V = volum gas (L)
n = jumlah mol gas
R = tetapan gas (0,082 L atm/mol K)
T = suhu mutlak gas (dalam Kelvin = 273 + suhu Celcius)
4) Keadaan yang Mengacu pada Keadaan Gas Lain
Misalkan :
- Gas A dengan jumlah mol = n1 dan volum = V1
Gas B dengan jumlah mol = n2 dan volum = V2
Maka pada suhu dan tekanan yang sama :
V1 : V2 = n1 : n2 atau n1 : v1 = n2 : v2
BABIII
PENUTUP
KESIMPULAN
1. energi yaitu sesuatu yang dapat menyebabkan benda dapat melakukan suatu pekerjaan atau energi merupakan sesuatu yang dapat menimbulkan usaha. Perubahan energi adalah perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Ada berbagai bentuk energi seperti listrik, termal, nuklir, mekanik, elektromagnetik, suara, dan kimia.
2. Perpindahan energi merupakan salah satu fenomena yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kita ketahui, bahwa energi sebenarnya tak bisa diciptakan serta tak dapat dimusnahkan.
3. Perubahan energi yang terjadi selama reaksi kimia sebagai hubungan massa kita bahas pada bagian berikutnya. Sebagai contoh, reaksi pembakaran yang melibatkan bahan bakar seperti gas alam dan minyak bumi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
4. Pengukuran energi dalam reaksi kimia adalah Termokimia. Hal ini didasarkan pada pengertian umum Termokimia yaitu ilmu yang mempelajari perubahan reaksi kimia dengan mengamati energi nya atau panas nya.Contoh dari Termokimia antara lain adalah Reaksi Pembakaran suatu senyawa Hidrokarbon , atapun cara kerja Kalorimeter Bom.
5. Panas reaksi dapat dinyatakan sebagai perubahan energi, produk, dan reaktan pada volume konstan (∆E) atau pada tekanan konstan (∆H). Panas reaksi dapat dinyatakan dengan kalorimeter. Termokimia adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara energi panas dan energi kimia. Sedangkan energi kimia didefinisikan sebagai energi yang dikandung setiap unsur atau senyawa.
6. Artinya : “ perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal ( zat-zat pereaksi ) dan keadaan akhir ( zat-zat hasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung pada jalannya reaksi.” Pernyataan ini disebut Hukum Hess, rumus yang dapat dipakai yaitu ΔHreaksi = ΔH1 + ΔH2 +….
7. Keadaan standar juga dikenal sebagai STP (Standart Temperature and Pressure) yaitu keadaan dimana gas mempunyai tekanan sebesar 1 atm (760 mmHg) dan suhu °C (273,15 K).
Daftar pustaka
http://aprianti-kartika.blogspot.co.id/2011/12/laporan-praktikum-termokimia.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Temperatur_dan_tekanan_standar
http://elangbiru3004.blogspot.co.id/2010/09/hukum-hess.html
http://kimiaman.blogspot.co.id/2011/06/beberapa-kondisi-keadaan-yang-biasa.html
http://kimia-fisika.blogspot.co.id/2012/12/hukum-keadaan-standar-dan-gas-ideal.html
http://sectoranalyst.blogspot.co.id/2011/10/makalah-termokimia.html
Pertemuan 9
NAMA : HERLIANA
NIM : A1C217036
DOSEN PENGAMPU : Dr.YUSNELTI,M.Si.
Program studi pendidikan matematika jurusan pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan alam fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
universitas jambi
2017
BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Dalam Hukum Pertama Termodinamika, dinyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Pernyataan ini dikenal juga dengan sebutan Hukum Kekekalan Energi. Energi hanya dapat berubah dari suatu bentuk ke bentuk yang lain. Dalam mempelajari perubahan energy, dikenal sistem dan lingkungan. Sistem adalah bagian dari alam semesta yang menjadi pusat perhatian. Lingkungan adalah bagian dari alam semesta diluar system yang berinteraksi dengan sistem.
Reaksi-reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan energy. Reaksi kimia atau zat-zat yang bereaksi merupakan sistem. Tebung, wadah, atau reactor tempat berlangsungnya reaksi , dan segala yang ada disekitanya merupakan lingkungan. Ada reaksi yang melepaskan energy ke lingkungan. Ada pula yang sebaliknya, reaksi yang menyerap energy dari lingkungan. Pada sebagian besar reaksi kimia, energy yang dilepas atau energy yang diserap itu berupa panas atau kalor. Oleh karena itu, ilmu kimia yang membahas khusus masalah ini disebut termokimia.
Reaksi yang melepaskan panas atau kalor dari sistem ke lingkungan disebut reaksi eksoterm. Sebaliknya, reaksi yang menyerap panas atau kalor dari lingkungan ke sistem disebut reaksi endoterm.
Tujuan pendidikan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui energi dan perpindahan energi
2. Untuk mengetahui energi dan perpindahan energi
3. Untuk mengetahui perubahan energi dalam reaksi kimia
4. Untuk mengetahui pengukuran energi dalam reaksi kimia
5. Untuk mengetahui panas reaksi dan termokimia
6. Untuk mengetahui hukum hess mengenai jumlah panas
7. Untuk mengetahui keadaan standar
BAB II
PEMBAHASAN
Energi dan perubahan energi
Pengertian energi
Pada saat berlari lama-kelamaan tubuh kita akan merasa lemas karena kehabisan energi. Untuk dapat berlari kembali dengan baik maka kita memerlukan energi dan stamina yang baik, hal yang bisa kita lakukan adalah dengan beristirahat atau dengan makan. Sama seperti mobil-mobilan yang mengunakan baterai bekas (soak) jalannya pasti lambat atau tidak normal. Setelah baterainya diganti dengan baterai yang baru atau baterai yang soak tadi diisi (dicarge) maka jalan mobil tadi akan dapat berjalan dengan normal kembali. Mobil-mobilan yang memakai baterai baru (energi masih penuh) akan dapat melakukan usaha yanga lebih besar dibandingkan dengan mobil-mobilan yang memakai baterai bekas.
Dari kedua contoh di atas dapat dikatakan bahwa suatu benda akan dapat melakukan suatu usaha atau pekerjaan jika memiliki cukup energi untuk dapat melakukan suatu usaha yang ingin dilakukan.
Dari ilustrasi di atas dapat diketahui pengertian dari energi yaitu sesuatu yang dapat menyebabkan benda dapat melakukan suatu pekerjaan atau energi merupakan sesuatu yang dapat menimbulkan usaha. Energi juga dapat dikatakan sesuatu usaha yang masih tersimpan. Dari pengertian itu karena energi merupakan suatu usaha yang masih tersimpan maka satuan energi menurut Satuan Internasional (SI) adalah joule. Satuan energi yang lain yaitu kalori dan kWh, kalori dipergunakan untuk menyatakan satuan energi kimia, sedangkan kWh dipergunakan untuk menyatakan energi listrik.
Bentuk-bentuk energi
Energi yang paling besar adalah energi matahari. Energi panas dari sinar matahari memiliki banyak manfaat bagi kehidupan di muka bumi ini. Manfaat energi matahari dapat dirasakan oleh manusia yaitu dapat dimanfaatkan untuk mengeringkan pakaian, untuk menghangatkan ruangan, sebagai penghangat tubuh, untuk mengeringkan hasil pertanian seperti padi, kopi, cengkeh, untuk pembengkit tenaga listrik. Selain dapat bermanfaat bagi manusia energi matahari juga bermanfaat bagi tumbuhan yang memiliki klorofil untuk dapat melakukan proses pembuatanan makanan atau proses fotosintesis.
Selain energi matahari yang merupakan energi yang paling besar secara umum energi dapat dibagi menjadi beberapa macam bentuk energi yaitu:
1. Energi kimia
Energi kimia adalah suatu energi yang tersimpan di dalam persenyawaan kimia yang berbentuk ikatan antara atom yang satu dengan atom yang lainnya. Energi kimia adalah suatu energi yang dihasilkan dalam suatu proses kimia. Besarnya energi yang dihasilkan tergantung dari jenis dan jumlah pereaksi dalam suatu reaksi kimia. Alat-alat yang dapat menghasilkan energi dari reaksi kimia misalnya aki dan beterai.
2. Energi listrik
Energi listrik merupakan salah satu bentuk energi yang paling banyak digunakan. Energi ini dipindahkan dalam bentuk aliran muatan listrik melalui kawat logam konduktor yang disebut arus listrik. Energi listrik dapat diubah menjadi bentuk energi yang lain seperti energi gerak, energi cahaya, energi panas, atau energi bunyi.
3. Energi panas
Energi panas atau energi kalor merupakan suatu energi yang bersumber dari matahari, dimana matahari merupakan sumber energi panas yang paling besar. Sinar matahari yang memberikan panas yang sesuai sangat bermanfaat bagi makhluk hidup yang ada di muka bumi.
4. Energi bunyi
Energi bunyi merupakan energi yang dihasilkan oleh bunyi atau suara, yaitu benda yang bergetar. Contohnya bunyi gitar, bunyi bom, bunyi halilintar, dan bunyi petasan.
5. Energi nuklir
Energi nuklir adalah suatu energi yang terkandung dalam inti atom dari unsur-unsur nuklir. Energi nuklir akan keluar bila suatu inti atom berubah menjadi inti lain. Besarnya energi nuklir yang dihasilkan tergantung pada jumlah dan jenis inti.contohnya ledakan yang terjadi pada bom atom.
6. Energi mekanik
Energi mekanik merupakan energi yang disebabkan karena adanya suatu usaha yang berhubungan dengan gerakan yang terjadi pada benda. Energi mekanik terdiri atas 2 buah energi yaitu energi potensial dan energi kinetik.
Perubahan yang terjadi pada energi
Perubahan energi adalah perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Ada berbagai bentuk energi seperti listrik, termal, nuklir, mekanik, elektromagnetik, suara, dan kimia.
Suatu energi manfaatnya baru akan dapat terlihat apabila energi tersebut mengalami suatu perubahan bentuk dari energi satu ke dalam energi yang lainya. Seperti yang kita ketahui bahwa energi memiliki suatu hukum yang sering disebut dengan hukum kekekalan energi. Bunyi dari hukum kekekalan energi adalah energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi energi dapat berubah bentuk dari bentuk yang satu ke bentuk yang lainnya.
Dari hukum kekekalan energi di atas apabila energi dapat dirubah ke dalam bentuk energi lainnya maka energi tersebut akan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan energi yang paling banyak bisa dimanfaatkan adalah perubahan dari energi listrik dirubah ke dalam bentuk energi yang lainnya.
Contoh perubahan energi itu antara lain:
1. Perubahan dari energi listrik menjadi energi panas misalnya setrika listrik dan solder listrik
2. Perubahan dari energi listik menjadi energi menjadi energi suara misalnya radio dan tape.
3. Perubahan dari energi listrik menjadi energi menjadi energi cahaya misalnya lampu.
4. Perubahan dari energi listik menjadi energi cahaya (gambar) dan suara misalnya pada tv
5. Perubahan dari energi listik menjadi energi menjadi energi gerak misalnya terdapat pada kipas angin. 6. Perubahan dari energi listik menjadi energi menjadi energi panas adalah pada pengering rambut (hair dryer) dan penanak nasi (rice cooker).
7. Perubahan dari energi kimia menjadi energi listrik misalnya pada aki dan baterai.
8. Perubahan dari energi cahaya menjadi energi kimia misalnya pada saat proses fotosintesis.
9. Perubahan dari energi gerak menjadi energi listrik misalnya terdapat pada dynamo sepeda.
10. Perubahan dari energi potensial menjadi energi listrik terjadi pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Energi dan perpindahan energi
Perpindahan energi merupakan salah satu fenomena yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kita ketahui, bahwa energi sebenarnya tak bisa diciptakan serta tak dapat dimusnahkan.
Energi sendiri memiliki berbagai macam bentuk, saat kita berjalan ataupun berlari maka kita memiliki energi gerak atau kinetik. Sementara saat kita mengkonsumsi makanan, lalu makanan tersebut di proses dalam tubuh dan energi yang berperan adalah energi kimia.Setelah dikonsumsi maka makanan tersebut akan dikonversi menjadi energi gerak sehingga membuat kita bisa beraktivitas. Dalam kasus makanan inilah, terjadi perpindahan energi dari energi kimia menjadi energi kinetik.
Contoh lainnya adalah ketika sebuah benda atau buah yang jatuh dari pohon. Saat buah berada di pohon, maka buah itu menyimpan energi potensial di dalamnya dengan ketinggian tertentu. Sedangkan saat jatuh maka benda tersebut mempunyai energi kinetik dan mengalami pengurangan energi potensial.Dalam kasus buah yang jatuh tersebut terjadi perpindahan energi dari energi potensial menjadi energi kinetik. Dimana kedua bentuk energi ini termasuk ke dalam energi mekanik. Dengan demikian, kita bisa menyimpulkan bahwa energi potensial merupakan energi yang tersimpan pada sebuah benda karena kedudukannya atau posisinya. Sedangkan energi kinetik sendiri merupakan energi yang terdapat pada sebuah benda yang bergerak.
ENERGI PANAS, ENERGI BUNYI DAN ENERGI LISTRIK
A. Energi Panas
Sumber-sumber panas yaitu :
1. Matahari adalah sumber energy yang paling utama yang terdapat di bumi
2. Api yang dapat dimanfaat untuk menjalankan mesin,memasak dan membakar sampah.
3. Batubara
4. Panas bumi yang terdapat di daerah gunung berapi
5. Minyak bumi dan gas
6. Gesekan suatu benda
Energi panas dapat berpindah tempat. Ada tiga cara perpindahan panas yaitu :
1 Konveksi : Perpindahan panas karena perbedaan suhu yang disertai dengan perpindahan partikel-partikel pembawa panas.
2 Konduksi : Perpindahan panas tanpa disertai partikel-partikel zat
3 Radiasi : Perpindahan panas tanpa harus mengunakan zat perantara
B. Energi Bunyi
Sumber bunyi berasal dari benda yang dapat menghasilkan bunyi.
Istilah penting dalam bunyi :
1 Frekuensi, yaitu banyaknya getaran bunyi yang terjadi setiap detik.
Satuan Frekuensi adalah Hertz (Hz)
2 Amplitudo yaitu simpangan getar terjauh dari kedudukan seimbang.
Satuan Amplitudo adalah Desibel (db)
Rambatan Bunyi
Bunyi merambat melalui zat padat,cair dan gas.
Bunyi merambat lebih cepat di air daripada di udara
Kecepatan rambat bunyi lebih besar pada cat padat daripada zat cair
Jenis-Jenis bunyi berdasarkan besar Frekuensi
Frekuensi (jumlah getaran/detik) bunyi dapat dibagi dalam tiga macam yaitu :
a. Infrasonik :Bunyi yang memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz. Hanya bisa didengar oleh Lumba-lumba,Jangkrik dan Anjing b. Audiosonik:Bunyi yang mempunyai Frekuensi 20 Hz – 20.000 Hz. Bunyi ini bisa di dengar Manusia.
c. Ultrasonik:Bunyi yang mempunyai frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Kelelawar dapat mendengar bunyi ini.
Pemantulan Bunyi.
Pemantulan Bunyi dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :
• Bunyi Pantul.Tandanya adalah bunyinya terdengar lebih keras dari bunyi Asli. Contoh : jika berteriak di ruangan kosong dan tertutup.
• Gaung (Kerdam)Gaung atau Kerdam terjadi jika jarak antara sumber bunyi dan dinding pemantul cukup jauh.Contoh : Di dalam gedung bioskop.
• GemaTerjadi jika antara sumber bunyi dan dinding pemantul sangat jauh. Contoh : Bunyi yang terjadi di Bukit-bukit, lembah-lembah dan gua-gua.
C. Energi Listrik
Salah satu bentuk energy yang menghasilkan sumber listrik adalah Listrik
1. Sumber-sumber Energi Listrik
a. Generator digunakan sebagai tenaga pengerak pada pembangkit listrik. Contohnya :
PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air)
PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)
PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap)
PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Matahari)
Geotermal (Pusat listrik tenaga panas bumi)
b. Aki (Accu) terdiri dari bahan-bahan seperti lempengan timbal, larutan asam sulfat pekat.
c. Batu Baterai . Bahan-bahannya terdiri dari : Logam, Batang arang (karbon), campuran serbuk mangan dan pasta salmiak, seng, pembungkus
d. Dinamo Sepeda. Bahan-bahannya antara lain : magnet U dan kumparan.
2. Rangkaian Listrik adalah rangkaian yang sambung menyambung ke beberapa alat listrik. Ada beberapa jenis rangkaian listrik yakni :
a. Rangkaian Terbuka dan Rangkaian Tertutup.
b. Rangkaian Seri dan Rangkaian Pararel
Perubahan energi dalam reaksi kimia
Perubahan energi yang terjadi selama reaksi kimia sebagai hubungan massa kita bahas pada bagian berikutnya. Sebagai contoh, reaksi pembakaran yang melibatkan bahan bakar seperti gas alam dan minyak bumi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Energi panas (kalor) dilepaskan ketika menghasilkan produk air dan karbon dioksida.
Seringkali perubahan energi yang berlangsung selama reaksi kimia memiliki sisi praktis yang sama seperti hubungan massa yang dibahas pada Stoikiometri. Sebagai contoh, reaksi pembakaran, yang melibatkan bahan bakar seperti gas alam dan minyak bumi dilakukan sehari-hari lebih untuk memanfaatkan energi termal yang dihasilkannya daripada untuk memanfaatkan jumlah produknya, yaitu air dan karbon dioksida.
Hampir semua reaksi kimia menyerap atau menghasilkan (melepaskan) energi. Umumnya dalam bentuk kalor. Penting bagi kita untuk memahami perbedaan antara energi termal dan kalor. Kalor (heat) adalah perpindahan energi termal antara dua benda yang suhunya berbeda. Kita sering mengatakan “aliran kalor” dari benda panas ke benda dingin. Walaupun “kalor” itu sendiri mengandung arti perpindahan energi, kita biasanya menyebut “kalor diserap” atau “kalor dibebaskan” ketika menggambarkan perubahan energi yang terjadi selama proses tersebut. Ilmu yang mempelajari perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia disebut termokimia (termochemistry).
Untuk menganalisis perubahan energi yang berkaitan dengan reaksi kimia kita pertama-tama harus mendefinisikan sistem (system); atau bagian tertentu dari atom yang menjadi perhatian kita. Untuk kimiawan, sistem biasanya mencakup zat-zat yang terlibat dalam perubahan kimia dan fisika. Sebagai contoh, dalam suatu percobaan penetralan asam-basa, sistem dapat berupa gelas kimia yang mengandung 50 mL HCl yang kedalamnya ditambahkan 50 mL larutan NaOH. Sisa alam yang berada di luar sistem disebut lingkungan (surrounding).
Terdapat tiga jenis sistem. Sistem terbuka (open system) dapat mempertukarkan massa dan energi (biasanya dalam bentuk kalor) dengan lingkungannya. Sebagai contoh, sistem terbuka dapat terdiri dari sejumlah air dalam wadah terbuka, seperti ditunjukkan dalam Gambar 6.1a. Jika kita tutup botol itu, seperti dalam gambar 6.1b, sedemikian rupa sehingga tidak ada uap air yang dapat lepas dari atau mengembun ke wadah, maka kita menciptakan sistem tertutup (closed system) yang memungkinkan perpindahan energi (kalor) tetapi bukan massanya. Dengan menempatkan air dalam wadah yang disekat seluruhnya, maka kita membuat sistem terisolasi (isolated system), yang tidak memungkinkan perpindahan massa maupun energi, seperti ditunjukan pada Gambar 6.1c.
Pembakaran gas hydrogen (H2) dalam oksigen adalah salah satu dari banyak reaksi kimia yang sudah dikenal yang melepaskan sejumlah energi yang cukup besar.
Pada kasus ini kita menyebut campuran reaksi (hidrogen, oksigen, dan air) sebagai sistem dan alam sisanya sebagai lingkungan. Karena energi tidak dapat diciptakan atau tidak dapat dimusnahkan, setiap energi yang hilang dari sistem harus diterima oleh lingkungannya. Jadi kalor yang dihasilkan oleh proses pembakaran dipindahkan dari sistem ke lingkungannya. Setiap proses yang melepaskan kalor (yaitu, perpindahan energi termal ke lingkungan) disebut proses eksotermik (exothermic process) (ekso- adalah awalan yang berarti “ke luar”). Gambar 6.3a menunjukan perubahan energi pada pembakaran gas hidrogen.
Sekarang perhatikan reaksi lain, penguraian merkuri(II) oksida (HgO) pada suhu tinggi. Berikut reaksinya: Energi + 2HgO(s) → 2Hg(l) + O2(g)
Ini merupakan contoh proses endotermik (endothermic process) (endo- adalah awalan yang berarti “ke dalam”), dimana kalor harus disalurkan ke sistem (yaitu, HgO) oleh lingkungan (Gambar 6.3b).
Dari Gambar 6.3 Anda dapat melihat bahwa dalam reaksi eksotermik energi total produk lebih kecil daripada energi total reaktan. Perbedaan dalam energi tersebut adalah kalor yang disalurkan oleh sistem ke lingkungan. Yang sebaliknya terjadi pada reaksi endotermik. Disni, perbedaan antara energi produk dan reaktan sama dengan kalor yang disalurkan ke sistem oleh lingkungan.
Pengukuran energi dalam reaksi kimia
Pengukuran energi dalam reaksi kimia adalah Termokimia. Hal ini didasarkan pada pengertian umum Termokimia yaitu ilmu yang mempelajari perubahan reaksi kimia dengan mengamati energi nya atau panas nya.
Contoh dari Termokimia antara lain adalah Reaksi Pembakaran suatu senyawa Hidrokarbon , atapun cara kerja Kalorimeter Bom.
Satuan internasional standar untuk energi yaitu Joule (J) diturunkan dari energi kinetik. Satu joule = 1 kgm2/s2. Setara dengan jumlah energi yang dipunyai suatu benda dengan massa 2 kg dan kecepatan 1 m/detik (bila dalam satuan Inggris, benda dengan massa 4,4 lb dan kecepatan 197 ft/menit atau 2,2 mile/jam).
1 J = 1 kg m2/s2
Satuan energi yang lebih kecil yang dipakai dalam fisika disebut erg yang harganya = 1×10-7 J. Dalam mengacu pada energi yang terlibat dalam reaksi antara pereaksi dengan ukuran molekul biasanya digantikan satuan yang lebih besar yaitu kilojoule (kJ). Satu kilojoule = 1000 joule (1 kJ = 1000J).
Semua bentuk energi dapat diubah keseluruhannya ke panas dan bila seorang ahli kimia mengukur energi, biasanya dalam bentuk kalor. Cara yang biasa digunakan untuk menyatakan panas disebut kalori (singkatan kal). Definisinya berasal dari pengaruh panas pada suhu benda. Mula-mula kalori didefinisikan sebagai jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 1 gram air dengan suhu asal 150C sebesar 10C. Kilokalori (kkal) seperti juga kilojoule merupakan satuan yang lebih sesuai untuk menyatakan perubahan energi dalam reaksi kimia. Satuan kilokalori juga digunakan untuk menyatakan energi yang terdapat dalam makanan.
Dengan diterimanya SI, sekarang juga joule (atau kilojoule) lebih disukai dan kalori didefinisi ulang dalam satuan SI. Sekarang kalori dan kilokalori didefinisikan secara eksak sebagai berikut :
1 kal = 4,184 J
1 kkal = 4,184 kJ
Panas reaksi dan termokimia
Panas reaksi dapat dinyatakan sebagai perubahan energi, produk, dan reaktan pada volume konstan (∆E) atau pada tekanan konstan (∆H). Panas reaksi dapat dinyatakan dengan kalorimeter. Harga ∆E diperoleh apabila reaksi dilakukan dengan kalorimeter bom, yaitu pada volume konstan dan ∆H adalah panas reaksi yang diukur pada tekanan konstan, dalam gelas piala atau labu ukur yang diisolasi. Karena proses diperinci dengan baik maka panas yang dilepaskan hanyalah fungsi-fungsi keadaan yaitu Qp = ∆H atau Qv = ∆E. Besaran ini dapat diukur oleh persamaan : (Dogra dan Dogra, 1990)
Q = ΔE atau ΔH = T1 T2 Δ Ci (produk, kalorimeter) dT ...(2)
Dimana Ci dapat berupa Cv untuk pengukuran E dan Cp untuk H. Dalam banyak
percobaan, Ci untuk kalorimeter dijaga tetap konstan.
Panas reaksi dapat dibedakan menjadi: (Bird, 1993)
1 Panas pembentukan
Entalpi pembentukan molar standar (∆Hf) suatu senyawa adalaha banyaknya panas yang diserap atau dilepaskan kerika 1 mol senyawa tersebut dibentuk unsur-unsurnya dalam keadaaan standar.
2 Panas pembakaran
Panas pembakaran suatu unsur atau senyawa adalah banyaknya panas yang dilepaskan ketika 1 mol unsur atau senyawa tersebut terbakar sempurna dalam oksigen.
3 Panas netralisasi
Panas netralisasi dapat didefinisikan sebagai jumlah panas yang dilepas ketika 1 mol air terbentuk akibat reaksi netralisasi asam oleh basa atau sebaliknya. Panas netralisasi terjadi dalam larutan asam kuat dan basa kuat dengan sedikit air ternyata berharga konstan. Hal ini disebabkan karena asam kuat dan basa kuat akan mudah terdissosiasi sempurna dalam bentuk ion di dalam larutan.
4 Panas pelarutan
Jenis panas reaksi yang lain adala panas yang dilepas atau diserap ketika 1mol senyawa dilarutkan dalam pelarut berlebih yaiyu sampai suatu keadaan dimana pada penambahan pelarut selanjutnya tidak ada panas yang diserap atau dilepaskan lagi. Panas pelaruta ada 2 macam yaitu panas pelarutan integral dan panas pelarutan differensial. Besarnya panas pelarutan bergantung pada jumlah mol pelarut dan zat terlarut.
5 Panas pengenceran
Panas pengenceran adalah banyaknya panas yang dilepaskan atau diserap ketika suatu zat atau larutan diencerkan dalam batas konsentrasi tertentu.
Termokimia
Termokimia adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara energi panas dan energi kimia. Sedangkan energi kimia didefinisikan sebagai energi yang dikandung setiap unsur atau senyawa. Energi kimia yang terkandung dalam suatu zat adalah semacam energi potensial zat tersebut. Energi potensial kimia yang terkandung dalam suatu zat disebut panas dalam atau entalpi dan dinyatakan dengan simbol H. Selisih antara entalpi reaktan dan entalpi hasil pada suatu reaksi disebut perubahan entalpi reaksi. Perubahan entalpi reaksi diberi simbol ΔH.
Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatu zat yang menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika disebut termokimia. Secara operasional termokimia berkaitan dengan pengukuran dan pernafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan, dan pembentukan larutan.
Termokimia merupakan pengetahuan dasar yang perlu diberikan atau yang dapat diperoleh dari reaksi-reaksi kimia, tetapi juga perlu sebagai pengetahuan dasar untuk pengkajian teori ikatan kimia dan struktur kimia. Fokus bahasan dalam termokimia adalah tentang jumlah kalor yang dapat dihasilkan oleh sejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor reaksi.
Termokimia merupakan penerapan hukum pertama termodinamika terhadap peristiwa kimia yang membahas tentang kalor yang menyertai reaksi kimia.
Kalor Reaksi
Perubahan energi dalam reaksi kimia selalu dapat dibuat sebagai panas, sebab itu lebih tepat bila istilahnya disebut panas reaksi. Kebanyakan, reaksi kimia tidaklah tertutup dari dunia luar. Bila temperatur dari campuran reaksi naik dan energi potensial dari zat-zat kimia yang bersangkutan turun, maka disebut sebagai reaksi eksoterm. Namun bila pada pada suatu reaksi temperatur dari campuran turun dan energi potensial dari zat-zat yang ikut dalam reaksi naik, maka disebut sebagai reaksi endoterm.
Ada beberapa macam jenis perubahan pada suatu sistem. Salah satunya adalah sistim terbuka, yaitu ketika massa, panas, dan kerja, dapat berubah-ubah. Ada juga sistim tertutup, dimana tidak ada perubahan massa, tetapi hanya panas dan kerja saja. Sementara, perubahan adiabatis merupakan suatu keadaan dimana sistim diisolasi dari lingkungan sehingga tidak ada panas yang dapat mengalir. Kemudian, ada pula perubahan yang terjadi pada temperature tetap, yang dinamakan perubahan isotermik.
Pada perubahan suhu, ditandai dengan ∆t (t menunjukkan temperatur), dihitung dengan cara mengurangi temperatur akhir dengan temperatur mula-mula.
∆t = takhir – tmula-mula
Demikian juga, perubahan energi potensial;
∆(E.P) = (E.P)akhir – (E.P)mula-mula
Dari definisi ini didapat suatu kesepakatan dalam tanda aljabar untuk perubahan eksoterm dan endoterm. Dalam perubahan eksotermik, energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi, berarti EPakhir lebih rendah dari EPmula-mula. Sehingga harga ∆(E.P) mempunyai harga negatif. Pada reaksi endoterm, terjadi kebalikannya sehingga harga ∆(E.P) adalah positif.
Pada suatu reaksi, reaksi pembentukannya didefinisikan sebagai reaksi yang membentuk senyawa tunggal dari unsur-unsur penyusunnya (contoh: C + ½O2 + 2H2 → CH3OH). Sementara panas pembentukannya didasarkan pada 1 mol senyawa terbentuk. Panas pembentukan standar yaitu 298.15 K (∆H°f298).
Panas standar adalah pada 25°C, seperti contoh reaksi
• 4HCl(g) → 2H2(g) + 2Cl2(g) ∆H°298 = (4)(92307)
• 2H2(g) + O2(g) → 2H2O(g) ∆H°298 = (2)(-241818)
Sementara, panas reaksi pada temperatur tidak standar
• DHOT = DH0298 + òT298 D Cp dT
Dapat disimpulkan bahwa kalor reaksi (∆H) adalah kalor yang diserap (diperlukan) atau dilepaskan (dihasilkan) dalam reaksi, disebut juga perubahan entalpi. Pada beberapa reaksi kimia jumlah kalor reaksi dapat diukur melallui suatu percobaan di dalam laboratorium. Pengukuran kalor reaksi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut kalorimeter. Kalorimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang diberikan atau diambil dalam suatu proses tertentu. Sebuah termometer sederhana terdiri dari bejana terisolasi, alat pengaduk, dan termometer.
Hukum hess mengenai jumlah panas
Hukum Hess
Pengukuran perubahan entalpi suatu reaksi kadangkala tidak dapat ditentukan langsung dengan kalorimeter, misalnya penentuan perubahan entalpi pembentukan standar ( DHf o)CO.
Reaksi pembakaran karbon tidak mungkin hanya menghasilkan gas CO saja tanpa disertai terbentuknya gas CO2. Jadi, bila dilakukan pengukuran perubahan entalpi dari reaksi tersebut; yang terukur tidak hanya reaksi pembentukan gas CO saja tetapi juga perubahan entalpi dari reaksi pembentukan gas CO2.
Untuk mengatasi hal tersebut, Henry Hess melakukan serangkaian percobaan dan menyimpulkan bahwa perubahan entalpi suatu reaksi merupakan fungsi keadaan.
Artinya : “ perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal ( zat-zat pereaksi ) dan keadaan akhir ( zat-zat hasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung pada jalannya reaksi.” Pernyataan ini disebut Hukum Hess, rumus yang dapat dipakai yaitu ΔHreaksi = ΔH1 + ΔH2 +….
Menurut hukum Hess, karena entalpi adalah fungsi keadaan, perubahan entalpi dari suatu reaksi kimia adalah sama, walaupun langkah-langkah yang digunakan untuk memperoleh produk berbeda. Dengan kata lain, hanya keadaan awal dan akhir yang berpengaruh terhadap perubahan entalpi, bukan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapainya.
Hal ini menyebabkan perubahan entalpi suatu reaksi dapat dihitung sekalipun tidak dapat diukur secara langsung. Caranya adalah dengan melakukan operasi aritmatika pada beberapa persamaan reaksi yang perubahan entalpinya diketahui. Persamaan-persamaan reaksi tersebut diatur sedemikian rupa sehingga penjumlahan semua persamaan akan menghasilkan reaksi yang kita inginkan. Jika suatu persamaan reaksi dikalikan (atau dibagi) dengan suatu angka, perubahan entalpinya juga harus dikali (dibagi). Jika persamaan itu dibalik, maka tanda perubahan entalpi harus dibalik pula (yaitu menjadi -ΔH). Berdasarkan Hukum Hess, penentuan ∆H dapat dilakukan melalui 3 cara yaitu :
1). Perubahan entalpi (∆H ) suatu reaksi dihitung melalui penjumlahan dari perubahan entalpi beberapa reaksi yang berhubungan.
2). Perubahan entalpi (∆H ) suatu reaksi dihitung berdasarkan selisih entalpi pembentukan (∆Hf o ) antara produk dan reaktan.
3). Perubahan entalpi (∆H ) suatu reaksi dihitung berdasarkan data energi ikatan.
Selain itu, dengan menggunakan hukum Hess, nilai ΔH juga dapat diketahui dengan pengurangan entalpi pembentukan produk-produk dikurangi entalpi pembentukan reaktan.
Konsep dari hukum Hess juga dapat diperluas untuk menghitung perubahan fungsi keadaan lainnya, seperti entropi dan energi bebas. Kedua aplikasi ini amat berguna karena besaran-besaran tersebut sulit atau tidak bisa diukur secara langsung, sehingga perhitungan dengan hukum Hess digunakan sebagai salah satu cara menentukannya.
Untuk perubahan entropi:
• ΔSo = Σ(ΔSfoproduk) - Σ(ΔSforeaktan)
• ΔS = Σ(ΔSoproduk) - Σ(ΔSoreaktan).
Untuk perubahan energi bebas:
• ΔGo = Σ(ΔGfoproduk) - Σ(ΔGforeaktan)
• ΔG = Σ(ΔGoproduk) - Σ(ΔGoreaktan).
Keadaan standar
Dalam kimia dan sains lainnya, istilah temperatur dan tekanan standar (Inggris: standard temperature and pressure, disingkat STP) adalah sebuah keadaan standar yang digunakan dalam pengukuran eksperimen. Standar ini digunakan agar setiap data dalam percobaan yang berbeda-beda dapat dibandingkan. Standar yang paling umum digunakan adalah standar IUPAC dan NIST. Terdapat juga variasi standar lainnya yang ditetapkan oleh organisasi-organisasi lainnya. Standar IUPAC sekarang ini adalah temperatur 0 °C (273,15 K, 32 °F) dan tekanan absolut 100 kPa (14,504 psi)[1], sedangkan standar NIST adalah 20 °C (293,15 K, 68 °F) dan tekanan absolut 101,325 kPa (14,696 psi).
Dalam bidang industri dan komersial, kondisi standar temperatur dan tekanan bisanya perlu disebutkan untuk merujuk pada kondisi referensi standar untuk mengekspresikan volume gas dan cairan dan kuantitas lainnya. Walapun begitu, kebanyakan publikasi teknis hanya menyatakan "kondisi standar" tanpa penjelasan lebih lanjut, sehingga menimbulkan kerancuan dan kesalahan.
Hukum Keadaan Standar
Untuk melakukan pengukuran terhadap volume gas, diperlukan suatu keadaan standar untuk digunakan sebagai titik acuan. Keadaan ini yang juga dikenal sebagai STP (Standart Temperature and Pressure) yaitu keadaan dimana gas mempunyai tekanan sebesar 1 atm (760 mmHg) dan suhu °C (273,15 K).
Satu mol gas ideal, yaitu gas yang memenuhi ketentuan semua hukum-hukum gas akan mempunyai volume sebanyak 22,414 liter pada keadaan standar ini.
1) Keadaan Standar
Adalah suatu keadaan dengan suhu 0oC dan tekanan 1 atm.
Dinyatakan dengan istilah STP (Standard Temperature and Pressure).
Pada keadaan STP, volum molar gas (Vm ) = 22,4 liter/mol
2) Keadaan Kamar
Adalah suatu keadaan dengan suhu 25oC dan tekanan 1 atm.
Dinyatakan dengan istilah RTP (Room Temperature and Pressure).
Pada keadaan RTP, volum molar gas (Vm) = 24 liter/mol
3) Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan yang Diketahui
Digunakan rumus Persamaan Gas Ideal :
PV = nRT
P= tekanan gas (atm); 1 atm = 76 cmHg = 760 mmHg
V = volum gas (L)
n = jumlah mol gas
R = tetapan gas (0,082 L atm/mol K)
T = suhu mutlak gas (dalam Kelvin = 273 + suhu Celcius)
4) Keadaan yang Mengacu pada Keadaan Gas Lain
Misalkan :
- Gas A dengan jumlah mol = n1 dan volum = V1
Gas B dengan jumlah mol = n2 dan volum = V2
Maka pada suhu dan tekanan yang sama :
V1 : V2 = n1 : n2 atau n1 : v1 = n2 : v2
BABIII
PENUTUP
KESIMPULAN
1. energi yaitu sesuatu yang dapat menyebabkan benda dapat melakukan suatu pekerjaan atau energi merupakan sesuatu yang dapat menimbulkan usaha. Perubahan energi adalah perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Ada berbagai bentuk energi seperti listrik, termal, nuklir, mekanik, elektromagnetik, suara, dan kimia.
2. Perpindahan energi merupakan salah satu fenomena yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kita ketahui, bahwa energi sebenarnya tak bisa diciptakan serta tak dapat dimusnahkan.
3. Perubahan energi yang terjadi selama reaksi kimia sebagai hubungan massa kita bahas pada bagian berikutnya. Sebagai contoh, reaksi pembakaran yang melibatkan bahan bakar seperti gas alam dan minyak bumi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
4. Pengukuran energi dalam reaksi kimia adalah Termokimia. Hal ini didasarkan pada pengertian umum Termokimia yaitu ilmu yang mempelajari perubahan reaksi kimia dengan mengamati energi nya atau panas nya.Contoh dari Termokimia antara lain adalah Reaksi Pembakaran suatu senyawa Hidrokarbon , atapun cara kerja Kalorimeter Bom.
5. Panas reaksi dapat dinyatakan sebagai perubahan energi, produk, dan reaktan pada volume konstan (∆E) atau pada tekanan konstan (∆H). Panas reaksi dapat dinyatakan dengan kalorimeter. Termokimia adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara energi panas dan energi kimia. Sedangkan energi kimia didefinisikan sebagai energi yang dikandung setiap unsur atau senyawa.
6. Artinya : “ perubahan entalpi suatu reaksi hanya tergantung pada keadaan awal ( zat-zat pereaksi ) dan keadaan akhir ( zat-zat hasil reaksi ) dari suatu reaksi dan tidak tergantung pada jalannya reaksi.” Pernyataan ini disebut Hukum Hess, rumus yang dapat dipakai yaitu ΔHreaksi = ΔH1 + ΔH2 +….
7. Keadaan standar juga dikenal sebagai STP (Standart Temperature and Pressure) yaitu keadaan dimana gas mempunyai tekanan sebesar 1 atm (760 mmHg) dan suhu °C (273,15 K).
Daftar pustaka
http://aprianti-kartika.blogspot.co.id/2011/12/laporan-praktikum-termokimia.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Temperatur_dan_tekanan_standar
http://elangbiru3004.blogspot.co.id/2010/09/hukum-hess.html
http://kimiaman.blogspot.co.id/2011/06/beberapa-kondisi-keadaan-yang-biasa.html
http://kimia-fisika.blogspot.co.id/2012/12/hukum-keadaan-standar-dan-gas-ideal.html
http://sectoranalyst.blogspot.co.id/2011/10/makalah-termokimia.html
Komentar
Posting Komentar